Era Baroque dan Arsitektur Gothik di The Church of Saint Francis

Kota Porto terkenal dengan banyaknya kastil tua yang berdiri kokoh. Porto juga memiliki banyak gereja tua yang bentuknya menarik. Salah satunya Gereja Santo Francis atau The Church of Saint Francis.

Terkadang sulit bagi saya untuk bisa mendalami sejarah suatu tempat bersejarah apalagi kalau om google hanya menyajikan informasi yang sedikit dan ditambah dengan tidak tersedianya tour guide yang bisa disewa untuk menjelaskan sejarah The Church of Saint Francis ini.

Saya dan rekan rekan se Asia Tenggara berangkat pagi-pagi sekitar jam 9 mengunjungi The Church of Saint Francis dan ternyata kami kepagian sehingga kami perlu menunggu beberapa menit untuk dapat masuk ke dalam gereja ini.
Komplek The Church of Saint Francis terdiri dari beberapa bangunan yang saling terhubung seperti gereja utama, chapel dan museum. Gereja ini dibangun dengan menggunakan gaya arsitektur Gothik yang berkembang selama periode abad pertengahan yaitu abad ke-12 sampai abad ke-16. Dekorasi bangunan dalam The Church of Saint Francis ini menggunakan gaya baroque sehingga dianggap sebagai karya seni yang tak ternilai dan tercatat oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.

WhatsApp Image 2019-09-06 at 06.50.16

Saat berada di halaman depan The Church of Saint Francis, saya mengingat beberapa film Disney princess yang menari atau bernyanyi di kastil. Dekorasi pada dinding setiap bangunan di komplek The Church of Saint Francis memang membuat kagum karena indah dan cantik.

WhatsApp Image 2019-09-06 at 06.57.24

Bangunan pertama yang saya masuki adalah chapel, ruangannya terasa sempit namun pencahayaannya lebih terang ketimbang gereja utama sehingga saya bisa selfie sedikit di sini. Di chapel ini saya begitu terkagum dengan langit-langit yang tinggi dan dihiasi dengan lukisan lukisan yang indah. Mungkin kalua di Indonesia, chapel ini akan digunakan sebagai salah satu tempat pemberkatan pernikahan bagi mereka yang Kristiani.

Bangunan kedua yang saya kunjungi adalah Sacred Art Museum yang dibangun pada abad ke-18. Sacred Art Museum memiliki 3 lantai yang masing masing lantainya memiliki ruangan tersendiri yang berbeda kategori. Karena saya memang kepagian untuk masuk ke museum jadi saya bisa menyaksikan petugas kebersihan yang sedang mengepel lantai museum. Di Sacred Art Museum, saya bisa melihat sebagian sejarah tentang Portugal.

WhatsApp Image 2019-09-06 at 06.54.38 (1)WhatsApp Image 2019-09-06 at 06.54.59

Bangunan terakhir yang saya kunjungi adalah gereja utama, The Church of Saint Francis itu sendiri. Tapi sayang, saat melewati pintu masuk, penjaga museum sudah memberitahukan larangan untuk pengambilan foto di dalam gereja utama ini. Rekan saya yang berasal dari Vietnam tidak mengindahkan larangan ini lho. Memang tidak ada sanksi yang diberlakukan bila melanggar larangan tersebut tetapi ada baiknya untuk menaati peraturan yang ada. Pastinya peraturan itu dibuat karena ada maksudnya. Semoga kita juga bisa menghargai adat yang berlaku di sebuah daerah ya, seperti pepatah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

The Church of Saint Francis

Foto diambil dari wikipedia

Di dalam The Church of Saint Francis saya bisa melihat kubur era Renaissance yang ditanam di dinding salah satu ruangan. Mendekat ke altar, saya bisa melihat gambar pohon keluarga Yesus dan berdiri di atas kuburan bawah tanah…. Ya, ternyata di dalam The Church of Saint Francis ada kuburan bawah tanah yang diperuntukkan untuk anggota kerajaan pada waktu itu.

Menarik bukan kunjungan saya ke The Church of Saint Francis di Porto, Portugal?

Nantikan cerita perjalanan saya selanjutnya ya!

Don’t miss it to visit The Church of Saint Francis in Porto, Portugal!

For more information:
The Church of Saint Francis
Address: Rua do Infante Dom Henrique, Porto, Portugal, 4050-297

Telephone: +351 222 06 2125
Website: http://ordemsaofrancisco.pt/museu.php
Opening hours: 09:00AM – 08:00PM (Mon-Fri)

related articles:
Strolling around Porto part 1
Strolling around Porto part 2

4 thoughts on “Era Baroque dan Arsitektur Gothik di The Church of Saint Francis

  1. Pingback: Kurasi Lokal Boutique Concept Store | Live Well. Love Much. Laugh Often

  2. Pingback: Lost in The Porto Cathedral | Live Well. Love Much. Laugh Often

Leave a Reply to belgieangel Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s