A Homesick Fix At Mar Norte Restaurante

Hello everyone!

Berhari-hari makan western food selama di Porto, Portugal membuat saya kangen masakan rumah. Bukannya suguhan makanan Porto enggak enak tapi saya sejujurnya bosan karena sebagian besar menu terbuat dari ikan bacalhoa. Saya kangen makan mie karena saya memang pecinta segala jenis mie, mulai dari mie ayam buatan mamih dan mama mertua sampai mie ayam gerobak di pinggir jalan. Kolega saya yang juga sesame orang Asia merasakan hal yang sama. Kami pun mulai google, apakah ada restoran yang menyajikan mie sebagai salah satu menunya.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba! Kami menemukan sebuah Chinese restaurant yang bernama Mar Norte. Kemudian kami menuju Mar Norte yang berjarak 350 meter dari Porto Cathedral yang ditempuh dalam waktu lima menit saja. 

48010285711_1cf81b10bf_c

picture courtesy of Dean Fuller *flickr

Mar Norte merupakan restoran yang menyajikan makanan khas Kanton. Sebagai orang keturunan suku Hakka, tentu saja rasanya berbeda di lidah saya. Untuk Hakka, kami banyak bermain bumbu dan penyedap rasa tapi Kanton, sedikit berkurang. Sebagai penikmat makanan yang memilih tanpa penyedap rasa, masakan yang dihidangkan di Mar Norte cocok dengan lidah saya.

Saya dan kolega pun sempat berbincang dengan pemilik Mar Norte, seorang aunty yang masih kelihatan sigap dalam melayani tamu-tamunya. Kami pun bertanya perihal mengapa mengambil nama Mar Norte sebagai nama restoran. Nama Mar Norte yang artinya Laut di Utara diambil sebagai nama restoran karena asal sang aunty di bagian utara Cina. Doi ingin tetap mengingat tanah kelahirannya walaupun mengais rezeki di negeri orang. What an attitude! Me likey!

Makanan yang disajikan berasal dari bahan bahan segar dan dagingnya empuk saat digigit. Sayangnya, lagi-lagi saya tidak mengambil gambar karena dominasi restoran dengan warna merah membuat kemampuan ponsel tidak maksimal. Tapi saya berikan foto saat teman saya, Glenn saat menyantap makanan di Mar Norte 🙂

1526759967999

Jadi, kalau kamu sudah berkeliling dan puas cenderung eneg sama makanan lokal Portugal, cobain Mar Norte!

For more information:
Mar Norte Restaurante
Address: Rua de Mouzinho da Silveira 95, 4050-253 Porto, Portugal
Telephone: 22 208 3412

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Laneige Refill Me, For A Sparkling Life

September 2016 silam, saya pernah diundang oleh Laneige untuk mengikuti coaching clinic bersama salah satu pesepakbola yang bernama Raphael Maitimo. Sejak saat itu juga saya mulai menggunakan produk skincare dari Laneige terutama waterbank series yang ampuh untuk mengembalikan dan mempertahankan kelelembaban kulit wajah saya yang cenderung kering dan sensitif. Dengan kemasan travel kit, memudahkan saya membawa Laneige untuk tetap merawat kulit saya saat liburan keluar negeri.

Baca juga: What I packed to SG

Selain produknya yang memang terbukti membantu kulit wajah menjadi lebih terawat dan sehat, Laneige juga memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertemakan “Laneige’s Waterful Sharing” untuk menjangkau anak anak dari daerah yang kekurangan air bersih dan meningkatkan pendidikan mengenai lingkungan untuk mendukung kesehatan mereka. Kampanye yang berlangsung sejak 2010 berkembang menjadi kampanye global yang dilaksanakan di 9 negara di mana gerai Laneige dibuka. Namun sejak tahun 2016, kampanye “Laneige’s Waterful Sharing” berganti wajah dengan tema “Refill Me” yang artinya mengisi ulang kecantikan di dalam diri sendiri, di kehidupan dan di lingkungan.

Laneige dengan kampanye Refill Me bahkan melakukan social experiment mengenai kebutuhan air yang digunakan setiap individu untuk melakukan kegiatan bersih bersih setiap harinya seperti yang kalian bisa lihat di video berikut,

Ternyata kita membutuhkan air lebih banyak dari yang kita perkirakan dan seringkali kita tidak menyadarinya bahwa kebutuhan akan air menjadi hal yang sangat vital di dalam kehidupan manusia. Laneige melalui kampanye Refill Me ingin mengajak kita semua untuk turun berperan serta menjaga lingkungan terutama merawat air supaya dapat menyokong kehidupan manusia sampai nanti.

Minggu, 9 November 2019 bertempat di fX Sudirman, Laneige meresmikan kampanye Refill Me 2019 yang dihadiri oleh clozetters, sebutan influencer yang tergabung dalam Clozette Indonesia.
20191110_06404320191110_064753.jpg
Kamu juga bisa ikut berperan aktif dalam kampanye ini dengan melakukan pembelian Laneige Refill Me Pack senilai Rp250ribu dan hasil penjualan akan didonasikan untuk penyediaan air bersih di Desa Gunungsari, Tasikmalaya.
20191123_090418

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di instagram @laneigeid

Thank you for reading this collaboration article with Laneige Indonesia and Clozette Indonesia. I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Mari Ikut Jaga Lingkungan dengan Tupperware Eco Bottle 1,5 liter

Tupperware.

Apa yang terbayang dalam benak kamu saat mendengar kata yang satu ini? Sebagian besar pasti langsung membayangkan kotak bekal plastik atau botol minum plastik dengan ragam warna yang cerah. Saya pertama kali tahu Tupperware saat duduk di bangku SMA, karena teman sebangku saya membawa bekal makan siang dengan menggunakan produk ini. Ketika sudah bisa menghasilkan uang, produk pertama Tupperware yang saya beli adalah tumbler bertutupnya yang heits! Dan sejak saat itu, saya jadi pengguna setia produk Tupperware.

Earl Tupper, seorang yang berkebangsaan Amerika merupakan pencipta Tupperware dan mulai memasarkan produk ciptaannya pada tahun 1946. Tupper merupakan seorang ahli kimia yang banyak bereksperimen dengan plastik, sebuah bahan yang baru, tidak popular, berbau khas dan tampilannya buruk. Namun Tupper berhasil menciptakan wadah plastik yang waterproof dan kedap udara untuk menyimpan makanan agar tetap segar di dalam kulkas. Selain itu, wadah ini dapat disusun di dalam kulkas sehingga terlihat rapi.

Selain terkenal akan kotak bekalnya atau tumbler bertutupnya yang legendaris, Tupperware juga memiliki banyak ragam produk yang tidak kalah menarik. Seperti toples camilan, piring, gelas, sendok, rantang, pemarut keju dan yang terbaru adalah botol minum yang dinamakan Eco Bottle.
Tupperware Eco Bottle 1,5 liter
Saya merupakan salah seorang yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan akan air minum enam sampai delapan gelas sehari. Karena apa? Tahukah kamu kalau 50% dari berat tubuh manusia, komponennya adalah air? Apakah kamu tahu juga kalau 80% komposisi otak adalah air? Makanya kalau kurang minum kamu jadi kurang fokus bukan?!

Kekurangan air di dalam tubuh bisa menyebabkan kelelahan, pusing atau pening dan mempengaruhi elastisitas kulit lho. Duh, jangan jangan kulit wajah mulai keriput karena kurang minum!

Untuk menentukan apakah kita cukup minum air putih atau tidak, kita bisa mengecek warna urine. Jika warnanya jernih dan tidak berbau, berarti tubuh kita terhidrasi dengan baik. Tapi, jika urine berwarna kuning dan berbau kuat, ini adalah pertanda kurangnya cairan di tubuh kita.

Nah, supaya takaran air minum yang saya minum secara harian cukup, sekarang saya menggunakan Eco Bottle dengan kapasitas 1,5 liter. Biasanya kalau menggunakan gelas, saya seringkali lupa menghitung sudah berapa banyak gelas yang saya minum. Jadi lebih mudah dengan Eco Bottle kapasitas 1,5 liter karena saya jadi tahu bahwa air minum yang harus saya konsumsi dengan menghabiskannya dari Eco Bottle kapasitas besar ini.

Selain itu, kalian juga tahu kan kalau saya juga sedang berusaha meminimalisasi sampah plastik? Nah dengan membawa Eco Bottle 1,5 liter, saya mengurangi pemakaian air minum kemasan botol plastik sekali pakai. Yang artinya juga saya membantu untuk tidak menambah sampah plastik yang sulit sekali terurai dan meminimalisasikan carbon footprint yang timbul akibat produksi air minum kemasan.

Kelebihan Tupperware Eco Bottle 1,5 liter:

  • Eco Bottle 1,5 liter merupakan produk terbaru dari Tupperware yang kamu bisa dapatkan mulai Oktober 2019
  • Eco Bottle 1,5 liter berbahan 100% food grade sehingga aman untuk digunakan dalam jangka waktu lama
  • Eco Bottle 1,5 liter menggunakan flip cap  yang mudah untuk dibuka dan ditutup. Flip cap bisa ditukar satu sama lain untuk memberikan kesan yang berbeda
  • Ada dua varian warna menarik yang tersedia yaitu biru dan ungu
  • Tutupnya rapat sehingga aman untuk dibawa kemana pun saat beraktivitas
  • Eco Bottle 1,5 liter bentuknya ergonomis sehingga nyaman saat digenggam dan mudah untuk dibawa kemana-mana

Kalau kamu tertarik untuk mencoba Eco Bottle 1,5 liter atau menambah koleksi Tupperware kamu dengan Eco Bottle 1,5 liter, meluncur saja ke

Tupperware Indonesia
Alamat: Gedung South Quarter, Tower A Lantai 12, Jl. RA Kartini Kav 8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430
Telepon: (021) 2966 1750 (hunting)
Email: customer@tupperware.com
Website: tupperware.co.id
Fan Page: Tupperware Indonesia
Twitter: @tupperwareID
Youtube: Tupperware Indonesia
Instagram: @tupperwareid
Jam operasional: Senin-Jumat (08:30-17:00 WIB)

Thank you for reading this collaboration article with Tupperware Indonesia and Clozette Indonesia. I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Lost in The Porto Cathedral

Kalian masih ingat kan kalau saya pernah ketinggalan pesawat saat menuju Porto (Portugal) dari Munich (Jerman)? Ternyata pengalaman merasakan kesendirian tetap juga saya alami saat mengunjungi The Porto Cathedral, ceritanya Lost In The Porto Cathedral 😊

Sehabis mengunjungi The Church of Saint Francis dan berbelanja buah tangan di Boutique Concept Store, saya dan teman-teman mengunjungi The Porto Cathedral. Jarak dari Boutique Concept Store menuju The Porto Cathedral hanya sepanjang 290 meter dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 4 menit.

Tidak sulit untuk menemukan The Porto Cathedral karena berdekatan dengan statue of Vimara Perez. Sedikit sejarah mengenai Vimara Perez, dia merupakan seorang terpandang di abad ke IX dan merupakan orang pertama yang memerintah Portugal.
Statue of Vimara Perez, Porto, Portugal

Sebelum tiba di The Porto Cathedral, dua orang teman saya mencoba untuk mengunjungi stall penjual ikan di sebelah kanan jalan yang agak menurun. Saya dan beberapa teman lainnya sibuk memotret diri 😊

#neiiPRTtrip

Tidak berapa lama, kedua teman saya kembali dengan tangan kosong karena kebanyakan stall ikan sudah tutup padahal kami sudah membayangkan bisa menyantap ikan segar yang diolah di apartemen tempat teman saya menginap nanti.

Perjalanan pun kami lanjutkan dengan memasuki area The Porto Cathedral yang sangat luas.

#neiiPRTtrip

Kami langsung masuk ke dalam Cathedral dan tidak dipungut bayaran alias gratis. Ternyata di dalam sudah banyak orang yang berdatangan untuk berdoa dan sebagian juga turis seperti kami. Saya pun mengambil posisi di tempat duduk yang tidak terlalu penuh dan memandangi setiap sudut The Porto Cathedral sedangkan teman-teman saya bergerak ke depan.

#neiiPRTtrip#neiiPRTtrip#neiiPRTtriphttps://www.instagram.com/honeyjosep/

Karena keasyikan menikmati indahnya interior katedral ini, saya tidak menyadari kalau teman-teman saya sudah berpindah ke ruangan yang lain dan entah di mana mereka berada. The Porto Cathedral merupakan gabungan dua bangunan persegi dengan dua buttresses yang masing-masingnya memiliki kubah sebagai atapnya.

#neiiPRTtrip

a huge Porto Cathedral with two buttresses

Saya berusaha untuk mencari teman-teman dengan arah menuju ke kanan, namun sayang sekali petugas melarang masuk karena area tersebut sedang dalam perbaikan. Alhasil, karena semakin ramai, saya memutuskan untuk keluar bangunan utama dan berjalan menuju monumen yang terletak di luar. Untuk menghabiskan waktu sambil menunggu teman-teman saya keluar dari The Porto Cathedral, saya selfie saja deh! Saya swafoto di area seperti monumen dengan matahari di atas kepala. Anehnya walau matahari ada di atas kepala tapi udaranya sejuk sehingga saya tetap nyaman saja berswafoto di bawah terik mentari.

Dan salah satu hal yang seringkali saya lakukan adalah memperhatikan orang orang yang lalu lalang… kata suami saya, perilaku ini tidak baik tapi entah, saya suka sekali memperhatikan orang dari kejauhan… bukan untuk menghakimi mereka tapi hanya tertarik untuk melihat sebenarnya mereka sedang apa ya 🙂

The Porto Cathedral memiliki biara di dalam yang dindingnya dilukis mural dengan sebutan Azuelo mural, indah sekali tapi sayang saya enggak berkesempatan untuk masuk.

220px-Azuelo_Mural,_Porto_Cathedral

source: wikipedia

Selain biara, ada juga menara tempat di mana lonceng terletak dan pengunjung bisa naik ke atas tapi area ini sedang dalam perbaikan saat saya kunjungi sehingga gagal deh naik ke menara!

Hampir bosan saya menunggu teman-teman, akhirnya mereka datang dan kami harus beranjak lagi untuk menjelajahi kota Porto! Nantikan cerita perjalanan saya selanjutnya ya 🙂

#neiiPRTtrip

literally missing these ladies

For more information:
The Porto Cathedral
Address: Terreiro da Se, Porto 4050-573
Entrance fee: Cathedral (free), Cloister/Chapter Room/Tesouro: €3, children (up to 10 years old-free)
Telephone: 22 205 9028

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.