Berburu Tiket ke Taiwan

Tahun lalu, ada perasaan yang begitu kuat mendorong saya untuk wisata bersama kedua orangtua ke negara Taiwan. Saya pun memutuskan untuk bepergian di H-2 menjelang Idul Fitri yaitu, 1 Juni 2019 karena corporate slave macam saya gini kan susah banget untuk liburan karena cuti yang terbatas. Perburuan tiket pun dimulai! Sebenarnya saya ingin sekali berangkat di hari terakhir bekerja menjelang libur Lebaran yaitu 31 Mei 2019 dengan harga tiket direct flight menggunakan Eva Air yang cukup murah tapi waktunya mepet untuk mengejar ke bandara Soekarno Hatta. Eva Air sendiri juga menawarkan direct flight selanjutnya di tanggal 3 Juni 2019 yang artinya kalau saya mengambil penerbangan ini, durasi saya liburan di Taiwan menjadi lebih pendek.

Dengan mengandalkan skyscanner, saya mencari perbandingan harga yang reasonable dan skyscanner mengarahkan perburuan tiket saya ke trip.com. Namun sayangnya rekomendasi harga yang reasonable tersebut artinya connecting flight tapi tetap saya ambil karena saya sudah tidak punya pilihan lain untuk mempertahankan durasi liburan saya 1-9 Juni 2019.

Saya pun kemudian melakukan pemesanan tiket keberangkatan CGK – KUL – TPE menggunakan maskapai Air Asia. Maskapai low cost carrier hanya mmberikan bagasi kabin sehingga saya perlu membeli bagasi tambahan seberat 25kg. Biaya tiket dan asuransi sebesar Rp4.161.703 per orang dan saya membeli 1 bagasi tambahan sebesar Rp678.724.

Untuk tiket perbangan kembali dari Taipei, saya menggunakan maskapai Scoot. Maskapai yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines ini membuat saya yakin atas kondisi pesawat dan kru mereka lagipula saya juga sudah pernah menggunakan Scoot dari Singapura ke Jakarta. Biaya tiket dan asuransi penerbangan dari TPE – SIN – CGK sebesar Rp4.017.022 per orang.

Sejauh ini apakah ada yang kelihatan janggal? Benar saja, setelah saya cek invoice yang dikirimkan ternyata saya belum membeli bagasi tambahan untuk penerbangan pulang! Akhirnya saya mengirim e-mail ke trip.com untuk membeli bagasi tambahan yang harganya jauh lebih mahal! Tadinya kalau harga bundling dengan tiket pesawat hanya sebesar Rp678.724. Sedangkan untuk pemesanan bagasi susulan tersebut saya dikenakan biaya Rp1.210.639 hanya dari Taipei ke Singapura dan terpaksa harus membeli lagi bagasi dari Singapura ke Jakarta sebesar Rp1.151.064! Well, saya anggap uang ekstra sebesar Rp1.682.979 yang harus saya keluarkan sebagai biaya belajar atas kecerobohan saya. Seharusnya biaya yang saya keluarkan bisa hanya sebesar Rp25.893.623 jadi bengkak sebanyak Rp27.576.602.

Saya seringkali geleng kepala karena ada yang bisa mendapatkan tiket yang sangat murah ketika liburan atau wisata. Namun setelah melihat tanggalnya, memang tiket murah dijual untuk perjalanan di week days dan bukan high season yang di mana saya enggak mungkin bisa karena bekerja.

So, ada yang pernah punya pengalaman mendapatkan tiket super murah? Yuk berbagi di kolom komentar!

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Goodbye Porto, till we meet again

Hello everyone!

Artikel ini merupakan bagian dari akhir cerita saya mengunjungi kota Porto, Portugal di tahun 2018. Ya, ternyata butuh waktu lama untuk menyelesaikan rangkaian cerita perjalanan tersebut. Apalagi kalau menuis sebuah novel seperti yang Dee Lestari tulis ya?! Makanya proses menulis kreatif itu harus dihargai karena sejatinya enggak mudah Jenderal!

Masih ingat satu jalan dekat Livraria Lello yang menjadi pasar kaget kala akhir pekan tiba? Pasar kaget ini terletak di sepanjang jalan Rua Galeria de Paris. Di pasar ini, saya tertarik membeli beberapa kerajinan lokal yang dijual. Kolega saya melirik aksesoris sedangkan saya, penasaran dengan wine jelly, selai yang terbuat dari wine. Selai yang dipasarkan secara sederhana ini memiliki kemasan yang cukup menarik dan tersedia dalam berbagai pilihan rasa. Ada rasa original, jeruk, raspberry, strawberry dan lainnya. Saya pun membeli rasa original dan dicampur dengan varian lainnya.

Wine jelly Porto

Wine Jelly Porto, Portugal

Menurut saya, ini salah satu buah tangan unik buatan Porto yang belum bisa saya jumpai di Indonesia. Saya tujukan wine jelly ini untuk suami dan pembina rohani kami. Jangan tanyakan harga wine jelly ini karena saya benar benar sudah lupa harganya. Tapi yang pasti, harganya tidak sampai Rp50ribu!

Aksesoris lain yang menarik saya untuk dibeli adalah gelang yang terbuat dari kulit dengan nama yang terukir. Saya pernah melihat seorang teman yang membuat gelang seperti ini di negeri little red dot alias Singapura.

baca juga: #QMSenangLiburan

Tapi setelah beberapa kali mengunjungi Singapura, saya selalu tidak berhasil menyambangi tempat pembuatan gelang seperti ini! Makanya saya memutuskan untuk membeli khusus bagi keluarga kecil saya supaya bisa kompakan pakai gelang tersebut. Keempat gelang ini saya beli seharga EUR10.00 (setara dengan Rp152.000)
gelang porto by honeyjosep.wordpress.compengrajin gelang Porto by honeyjosep.wordpress.comharga gelang Porto by honeyjoep.wordpress.com

Setelah merasa tidak ada lagi barang unik yang bisa saya bawa pulang sebagai buah tangan di pasar kaget ini, saya pun mampir ke sebuah toko yang terletak tidak jauh dari lokasi pasar kaget ini. Toko yang bernama A Vida Portuguesa ini menjual segala pernak pernik khas Porto. Terletak satu menit dari Livraria Lello, tepatnya di jalan Rua de Candido Dos Reis 36, Porto, Portugal.
A vida portuguesa by honeyjosep.wordpress.com

A Vida Portuguesa merupakan sebuah tempat di mana kamu bisa mengingat masa kecilmu dengan berbagai produk yang dibuat turun temurun generasi ke generasi. Di A Vida Portuguesa saya membeli miniatur perahu yang dapat dirakit sendiri untuk anak sulung saya yang memang menyenangi hal yang berbau vintage.
perahu layar Porto by honeyjosep.wordpress.com

Selain itu, saya juga membeli cokelat yang bungkusnya bisa menjadi tempelan kulkas. Hayooo, siapa yang senang mengkoleksi tempelan kulkas dari negara-negara yang dikunjungi? Cokelat ini merupakan pilihan terbaik karena selain bisa merasakan cokelat khas Porto, kamu juga bisa mengkoleksi tempelan kulkas yang terbuat dari cork! Harga barang yang dijual di  pun cukup terjangkau.

Porto Chocolate

kemasan cokelat bisa jadimagnet kulkas!

Oh ya, kalau kalian memutuskan untuk ke Porto dan mau tinggal dekat dengan daerah ini, ada sebuah guest house yang letaknya persis di depan pasar kaget ini, namanya Guest House Porto Clerigus. Guest house ini terletak di jalan Rua Galeria De Paris, 48, União de Freguesias do Centro, 4050-284 Porto, Portugal.

Guest House Porto Clerigus

mudah-mudahan ada rezeki nginep di sini suatu saat nanti 🙂

Semoga rangkaian cerita ini bisa menjadi salah satu referensi untuk mengunjungi Porto, Portugal ya! 🙂

related articles:

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.