Buba Soul, minuman boba kekinian yang unik, sehat dan ramah lingkungan

Siapa yang tak kenal boba drink? Kisah penciptaan penciptaan bubble tea diyakini bermula dari seorang pemilik kedai teh di Taiwan, Liu Han-chien yang sedang bosan dan ‘kurang kerjaan’ mencampur pudding tapioka ke dalam es the miliknya. Tak disangka, ia justru menemukan cita rasa unik ketika menyandingkan kenyalnya pudding tapioka bersama dengan seruputan teh. Boba menjadi salah satu minuman popular pada 2019 terlebih karena viralnya handsfree boba tea challenge dan tantangan minum 5 liter boba dalam 12 jam! Tentu saja tantangan minum 5 liter boba dalam 12 jam menimbulkan pertentangan di antara netizen dan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Gia Pratama, seorang dokter IGD di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta mengatakan, “Darahmu itu jumlahnya ya segitu, 5 liter. Masak mau kamu guyur sama 5 liter air gula plus boba? Gula segitu bakal nurunin daya tahan tubuhmu. Dan di kondisi sekarang menghadapi virus Corona, kamu sangat amat butuh daya tahanmu yang optimal.”

WHO menganjurkan konsumsi gula harian sebanyak 10 sendok teh per orang, ini setara dengan lebih kurang 45gram. Nyatanya, orang Indonesia rata-rata mengonsumsi gula sebanyak 50 sendok teh per harinya, setara dengan lebih kurang 225gram alias hampir ¼ kg! Hal inilah yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit diabetes. Selain itu, keseringan minum boba drink juga bisa mengganggu sistem pencernaan yang penyebab utamanya tak lain adalah boba itu sendiri.

Nah, supaya kamu tetap bisa minum boba tanpa menghadapi risiko penyakit yang sudah saya sebutkan di atas, bagaimana kalau minuman favoritmu itu dipadukan dengan rempah-rempah tradisional Indonesia?

PT Buba Prima Svastarini, sebuah perusahaan start up di bidang makanan dan minuman meluncurkan gerai minuman boba bernama Buba Soul. Beda dengan boba lain di pasaran, Buba soul menjual boba sehat dengan campuran rempah khas Indonesia (teh, kopi, cokelat, kunyit, temulawak, jahe, kayu manis, dan sereh) sehingga tercipta cita rasa yang terbilang unik.
20200227_134101
Apa yang membedakan Buba Soul dari boba drink lainnya, selain menggunakan rempah-rempah khas Indonesia? Co-founder Buba Soul, Dewi Rotua Silalahi menyatakan bahwa, “Kalori yang terkandung di dalam Buba Soul relatif rendah, yaitu sebesar 100-300 kalori.”
20200227_141226

Selain itu, Buba Soul ingin mendukung petani lokal dan mengembalikan kejayaan rempah-rempah asli Indonesia sehingga meningkatkan daya saing hasil pertanian atau perkebunan dengan mengubah komoditas menjadi produk gaya hidup masa kini yang memiliki nilai tambah.

Buba Soul juga menggunakan kemasan yang ramah lingkungan (biodegradable and compostable) dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ini juga yang menjadikan Buba Soul sebagai pioneer dalam menggerakkan industri bubble drink atau boba drink yang bertanggung jawab untuk kesehatan dan lingkungan.

Berbagai varian rasa Buba Soul yang unik yaitu, Golden Turmeric (kunyit susu), Royale Rosela, Butterfly Pea Flower (kembang telang), Curcuma Lemonade (temulawak) dan lainnya. Tersedia juga pilihan topping sesuai selera seperti boba atau pearl, nata de coco dan aloe vera. Buba Soul dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu Rp25.000 – Rp45.000 per gelas.

Kamu bisa mulai menikmati Buba Soul dengan mengunjungi gerai pertamanya yang berlokasi di f2, fX Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan. Tidak hanya menyediakan minuman boba, Buba Soul juga menawarkan makanan ringan yang cocok untuk dinikmati bersam manisnya minuman Buba Soul. Kamu juga bisa hang out di gerai Buba Soul yang instagramable dan berkapasitas 35 orang. Atau bisa juga sebagai pilihan tempat bekerja karena gerai Buba Soul dilengkapi dengan fasilitas internet gratis!

Buba Soul (PT Buba Prima Svastarini)
Creco Research Building
Jl. Teuku Cik Ditiro No. 37A, Menteng, Jakarta 10310
P. +62 21 212 32 498
Website | Instagram

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Glamping di Trizara Resort

Saya, bukan anak gunung tapi saya pernah camping di tenda terpal, masak dan makan seadanya, dan tidur dengan alas plastik tanpa bantal dan guling. Saat itu umur saya hanya belasan tahun, pengalaman pertama. Saya juga jadi kangen ingat pernah masuk ke Baduy luar karena program karyawisata SMA. Sayangnya waktu itu karena sedang dapat tamu bulanan, saya gagal masuk sampai Baduy dalam. Mudah-mudahan suatu hari nanti saya punya kesempatan untuk masuk ke Baduy dalam. Nah, ngomongin soal camping, minggu lalu saya merasakan glamping di Trizara Resort. Rejeki saya bisa glamping di Trizara Resort karena acara outing kantor.

Glamping sendiri merupakan singkatan dari glamourous camping yaitu menginap di tenda dengan fasilitas yang tidak kalah mewah dari hotel bintang lima. Pengalaman pertama saya mencoba glamping ya di Trizara Resort ini. Awalnya saya punya kekhawatiran terutama kepada hal yang berhubungan dengan sanitasi.

Semua kekhawatiran saya lenyap seketika saat melihat restroom yang tersedia dekat dengan restoran. Kalau di luar saja standar restroom-nya bersih, yakin deh kamar mandi di dalam tenda pun akan sama bersihnya.

Saat tiba, pengunjung disambut gerbang putih ala Arc de Triomphe dan hamparan karpet rumput yang bertuliskan TRIZARA.
IMG20200306112319

Sayangnya, hampir semua keluhan dari pengunjung adalah telatnya check in. Padahal, peraturannya tertulis dengan jelas bahwa waktu check in adalah jam 14:00 dan waktu check out 12:00. Saya baru mendapatkan tenda saya jam 17:00. Alasannya, tamu sebelumnya yang check out terlambat. Untung saja kegiatan outing cukup padat sehingga rasa sebal saya teralihkan.

Jangan kuatir, walau lokasinya cukup jauh dari lobby, Trizara Resort menyediakan “taksi” untuk mengangkut bawaan dari lobby ke tenda.
IMG20200306124118
KAMAR

Trizara Resort memiliki total 47 tenda yang terdiri dari 4 tipe, yaitu:
  • Zana (sentuhan): 2 person, rate: Rp. 1.488.000,-nett
  • Netra (penglihatan): 2 person, rate: Rp. 1.688.000,-nett
  • Nasika (penciuman): 4 person, rate: Rp. 1.988.000,-nett
  • Svada (rasa): 4 person, rate: Rp. 2.188.000,-nett

Harga di atas sudah termasuk sarapan dan dapat berubah sewaktu-waktu.
kamar trizara

Saya menempati kamar Svada 08 yang pemandangannya langsung ke Gunung Tangkuban Perahu.
20200307_055245
Fasilitas di dalam tenda Svada lengkap layaknya hotel dan bikin betah.

  • Kasur? Begitu masuk kamar, terdapat 1 kasur berukuran queen dan kasur bertingkat 2 in 1 berukuran single
  • Furniture? Kamar dilengkapi dengan peti untuk menyimpan barang, meja, rak, dan electric kettle. Tidak ada AC tapi ada kipas angin di kamar ini. Tapi, siapa sih yang butuh AC di Lembang? Secara udah dingin kan hehe.
  • Kamar mandi? Tenang saja, super bersih, di dalam tenda dan ada air panasnya.
  • Electric socket? Tersedia banyak, jadi tetep bisa isi ulang baterai ponsel tanpa rebutan.
  • WifiAda dong biar media sosial jalan terus

Terus, ngapain aja sih di Trizara Resort? Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sini lho!

10-2

pic courtesy of kopertraveler.id

Kalau soal makanan, waktu makan siang yang menunya enak banget dan cocok di lidah sedangkan makan malam dan sarapannya biasa aja.

Overall, glamping di Trizara Resort menyenangkan cuma durasinya kurang lama padahal masih banyak yang bisa di-explore lagi. Saya kasih 4* out of 5 karena cocok buat liburan keluarga juga!

TIPS

  • Bawa jaket atau sweater yang tebel ya, jangan sok kuat karena anginnya waktu malem berasa banget!
  • Bikin rencana mau ngapain aja. Kalau blogger macam saya udah pasti perbanyak stok foto karena spot-nya bagus! Bawa props sebanyak-banyaknya dan tukang foto!
  • Bangun sepagi mungkin walau udara dingin biar bisa capture sunrise. Rugi kalau bangunnya kesiangan
  • Have fun go mad!

20200307_111833

Trizara Resort
Jl. Pasirwangi Wetan, Lembang, Bandung – Indonesia 40391
P. +62 22 8278 0085

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.