Tak hanya rebahan, ini yang saya lakukan di rumah aja

Hello everyone!

Kamu sudah berapa lama di rumah aja? Kalau saya, setelah menghabiskan 75 hari di rumah aja sejak 24 Maret 2020, tapi 8 Juni 2020 saya kembali ngantor.

Lalu, selama 75 hari itu ngapain aja di rumah? Ada meme lucu yang bilang begini:
WhatsApp Image 2020-06-16 at 19.34.35Walau saya termasuk ke golongan milenial matang atau seniornya kaum milenial yang akrab juga dipanggil generasi rebahan, ternyata banyak lho yang saya kerjakan setelah dipikir-pikir 😊

HAL YANG BISA DILAKUKAN SAAT DI RUMAH AJA MENGHADAPI PANDEMI COVID-19

Latihan berkesadaran

Selama di rumah aja, minggu-minggu pertama mungkin saya merasa baik-baik saja karena akhirnya bisa istirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari. Bisa bangun pagi lebih siang karena biasanya paling enggak saya harus menyiapkan 90 menit atau 1,5 jam lebih awal dari bangun tidur sampai menuju berangkat ke kantor. Masih lagi ditambah perjalanan ke kantor yang memakan waktu 45 menit bila tidak terkena macet. Nah kalau kerja dari rumah, palingan saya hanya menghabiskan 45 menit untuk bangun, sarapan dan bersiap di depan laptop untuk morning briefing harian. Rasanya senang sekali karena saya enggak perlu capek dan stres menghadapi kemacetan ibukota.

Tapi bukan berarti situasi kerja dari rumah saat pandemi itu ideal karena pada kenyataannya, anak-anak juga harus menjalankan pembelajaran jarak jauh yang harus saya dampingi. Wah kalau soal ini, lama-lama saya bisa stres juga karena rebutan gadget dan harus memanajemen waktu dengan baik supaya pekerjaan juga bisa selesai sesuai target.

Supaya enggak tegangan tinggi melulu dan akhirnya stres, saya memutuskan untuk melakukan silent sitting selama 5 menit setiap harinya selama 30 hari lamanya.

Apa sih silent sitting?
Silent sitting atau yang juga bisa diterjemahkan sebagai duduk hening merupakan salah satu latihan untuk memulai hidup berkesadaran. Kenapa saya melakukannya? Karena saya merasa dalam kehidupan serba cepat, saya kehilangan esensi hidup itu sendiri. Makan terburu-buru, aktivitas serba kilat sampai kadang lupa bernapas! Maka saya merasa penting untuk melatih napas dan melatih kesadaran diri.

Silent sitting bisa dipelajari di https://senantiasaberada.com/silent-sitting/ yang diasuh oleh Mas Ivan Deva

Awalnya saya enggak menyangka akan mampu melakukan kebiasaan duduk hening selama 5 menit selama 30 hari berturut-turut. Saya pernah mencoba berlatih napas 4-7-8 yang diajarkan oleh dukun baik hati, Mas Reza Gunawan namun selalu gagal untuk bisa berlatih 2 sesi setiap harinya. Nyatanya, saya berhasil duduk hening 5 menit selama 30 hari, sungguh sebuah prestasi!

Ibadah secara online

Kalau puluhan tahun lalu saya mengikuti retreat dan mengimani bahwa di masa depan setiap orang akan dapat beribadah di denominasi gereja mana pun, dua tahun lalu saya malahan meminta salah satu kakak rohani untuk menyiarkan pelayanan ibadahnya secara live, agar lebih praktis dan dapat dilihat oleh berbagai orang di manapun dan kapanpun. Ide ini memang terdengar nyeleneh tapi itu sih yang saya pikirkan. Tahun 2020, kejadian dong, jemaat tidak perlu lagi datang ke gedung gereja yang megah dan berebut tempat parkir hanya untuk beribadah. Hanya dengan duduk manis di depan layar ponsel ataupun komputer, kita bisa menghadiri ibadah secara virtual.

Menjadi tutor
Masa pandemi COVID-19 menuntut saya untuk jadi tutor anak-anak selama di rumah dengan durasi lebih dari 2 jam per hari! Selama ini saya dan suami memang menyempatkan untuk mengajar anak-anak mengulang pelajaran sekolah di rumah saat sore. Artinya paling lama proses belajar mengajar anak-anak di rumah hanya memakan waktu tidak lebih dari 2 jam, lebih bila akan ada penilaian baik harian maupun akhir. Namun dengan adanya pembelajaran jarak jauh, saya mau tidak mau, suka enggak suka haru bertahan mulai dari jam 09:30 pagi untuk mendampingi si bungsu sampai jam 12 siang, Senin sampai Jumat! Dan untuk si sulung saya harus mendampingi dalam pengambilan nilai tugas harian.

Walau sebenarnya awal tahun ini saya pernah berucap ingin sekali punya waktu lebih banyak bersama anak-anak, tapi bukan berarti saya siap untuk mendampingi mereka khususnya pada saat waktu belajar. Karena sesungguhnya saya memiliki sumbu pendek kalau harus menghadapi anak-anak sendiri dalam hal belajar.

Saya menganggap bahwa belajar merupakan tanggung jawab masing-masing anak sehingga tidak perlu disuruh apalagi harus sampai digebukin supaya mau belajar. Semasa kecil, enggak pernah sehari pun orang tua saya mengingatkan saya untuk  belajar. Saya belajar karena menyadari kalau ini adalah tanggung jawab saya sebagai seorang pelajar. Hal ini juga yang selalu saya tanamkan kepada anak-anak saya terutama si sulung yang sudah duduk di sekolah menengah pertama.

Stres? Sudah pasti tapi bersyukur karena sudah melakukan duduk hening, saya jadi lebih bisa mengidentifikasi emosi dan memanifestasikannya secara baik. Emosi itu enggak usah diabaikan, ditekan atau berusaha menjadi positif tapi yang terbaik adalah bagaimana perilaku yang keluar saat emosi tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Lagi-lagi saya belajar dari mas dukun Reza Gunawan.

Ngabuburit bareng Kecimpring

2018, saya bergabung di sebuah komunitas yang dinamakan Limitless Campus dan bertemulah saya dengan coaches keren yang bernamakan Kecimpring!

Kecimpring adalah komunitas coach, mentor, dan guru yang tergabung dari lintas industri serta lintas profesi. Keberagaman inilah yang membuat komunitas Kecimpring begitu kaya akan ilmu dan keahlian.

Banyak sekali inisiatif keren yang dilakukan oleh Kecimpring di masa pandemic COVID-19. Pertama, kami membuat himbauan untuk di rumah aja dengan berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia. Begitu juga dengan himbauan tunda mudik dengan visual yang cukup bikin ngeri. Tapi himbauan ini malahan diacuhkan karena pemerintah memberikan kelonggaran untuk mereka yang ingin pulang ke kampung halaman jelang Idul Fitri.

Jelang Ramadan, Peggy Putri, salah satu coach di Kecimpring menawarkan kesempatan untuk belajar sambil berdonasi yang dinamakan Ngabuburit Bareng Kecimpring. Karena Kecimpring peduli akan kualitas Angkatan kerja Indonesia saat ini dan yang akan datang, maka komunitas ini membuka diri untuk bermanfaat bagi pengembangan profesional generasi muda Indonesia dengan berbagi ilmu melalui kelas online selama 20 hari sepanjang bulan puasa. Saat ditawarkan, tanpa berpikir panjang saya langsung mengiyakan untuk ikut berbagi soal perencanaan keuangan di masa pandemi.
WhatsApp Image 2020-06-17 at 13.37.42

Dengan menggandeng Help To Help, yaitu komunitas dokter-dokter keren yang menggalang donasi untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) medical grade bagi para pekerja medis di luar Jakarta, Kecimpring menghadirkan 20 pengajar yang kelasnya diikuti oleh 154 pembelajar dan 84 adik bintang Hoshizora. Setelah berjalan selama 20 hari, kami berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp19.850.000 yang digunakan untuk pengadaan 158 buah Hazmat Suit dan disalurkan ke 7 rumah sakit di daerah!
WhatsApp Image 2020-06-17 at 13.39.49

Ikut pelatihan (online course) dan kelas olahraga

Masa pandemi COVID-19 memungkinkan saya untuk mengikuti pelatihan gratis secara online tentang banyak hal, mulai dari pelatihan tentang pekerjaan, karir, yoga, modern dance sampai olahraga! Nanti saya cerita lebih banyak deh soal pelatihan-pelatihan ini!

Semua akan nonton drakor pada waktunya

Saya bukanlah pecinta drama Korea (drakor) bahkan enggak pernah menonton Winter Sonata yang sempat heboh itu. Dulu, saya hanya pernah nonton drama seri Legend of Condor Heroes, Meteor Garden. Tokyo Love Story dan The Ordinary People. Saya enggak nonton drakor karena berpendapat bahwa aktor Korea wajahnya mirip semua sehingga sulit bagi saya untuk membedakan dan terkesan feminin dengan bibir yang sangat kemerahan 😊

Hingga suatu hari saya melihat insta story salah satu teman virtual yang ngomongin soal drakor Crash Landing On You (CLOY), saya jadi penasaran! Bagaimana mungkin teman virtual saya itu bisa nonton drakor karena saya juga tahu kalau dia bukan fans dari kpop atau pun drakor. Apalagi ditambah dengan meme mengenai finale CLOY yang bertebaran di timeline medsos membuat saya akhirnya menonton drakor untuk pertama kalinya!

Sungguh bagi seorang newbie penonton drakor, CLOY merupakan series yang harus dihindari karena membuat saya memilih begadang 24 jam untuk menyelesaikan 16 episode kisah cinta beda negara antara Kapten Ri Jeong Hyeok dengan Yoon Se-ri.

Kenapa saya bilang harus dihindari? Karena chemistry yang terbangun di antara Hyun Bin dan Soon Ye Jin amatlah membuat jiwa kebucinan saya meronta! Kapten Ri digambarkan sebagai sosok yang dingin dan kaku karena memilih untuk tidak mencintai siapa pun setelah kehilangan kakak satu-satunya yang sangat dia sayangi namun takdir berkata lain! Sejak nonton ini, saya jadi selalu menunggu-nunggu berita mengenai pasangan ini! Yes, I am officially a BinJin shipper now! Rasanya senang melihat bagaimana seorang Kim Tae Pyung alias Hyun Bin sering tertawa dan tersenyum bila bersama Soon Ye Jin 😊

Drakor kedua yang saya tonton adalah Itaewon Class, drama mengenai perjuangan seorang yatim piatu menjadi pengusaha restoran yang sukses! Siapa pun yang ingin berwirausaha harus menonton drakor ini, sarat ilmu! I can fly the sky, never gonna stay… lirik OST Itaewon Class yang terus terngiang-ngiang dan enak didengar 😊

images (2)

Menekuni hobi (baru)

WhatsApp Image 2020-06-17 at 14.16.14

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menekuni hobi mengurus tanaman namun karena harus bekerja kantoran maka hal tersebut enggak pernah kejadian. Barulah setelah #dirumahaja saya bisa mulai merawat tanaman. Tanaman yang berhasil bertahan selama ini adalah sansiviera dan mudah-mudahan bisa bertunas dan daunnya menjadi semakin banyak!

Nah, itulah 7 kegiatan saya saat harus tetap di rumah saja… Bagaimana dengan kalian?

related article: Di Rumah Aja? Yuk Belanja Online Barang Original di Mapemall

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

2 thoughts on “Tak hanya rebahan, ini yang saya lakukan di rumah aja

  1. Saya pun jadi ada kesempatan ngurus kebun, pindah tanam, tanam bibiy dan benih baru, senangnya lihat tanaman kecil mulai tumbuh. Kalau drakor saya dulu suka, tapi ya nggak sampai tergila-gila banget. Cuma nonton beberapa kali casually. Setelah itu malah ga pernah nonton drakor sama sekali. Sekarang pun ga ada judul drakor satu pun yang saua tonton. Oh iya, Meteor Garden itu bukan drakor, mbak. Tapi Drama Taiwan 😚

    Like

  2. Pingback: [Resume Buku] Mindfulness by Ellen Langer | Live Well. Love Much. Laugh Often

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s