[Resume Buku] Mindfulness by Ellen Langer

Beberapa tahun belakangan masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di wilayah seperti Jakarta, Bandung dan Bali mulai ramai membicarakan dan menerapkan konsep mindfulness. Ketika saya diajak oleh bagian HR untuk memilih buku untuk dibaca dan dibuatkan resumenya, saya begitu takjub karena ada banyak buku bagus yang dapat dibaca. Dan setelah beberapa waktu memilih, saya menjatuhkan pilihan ke buku dengan judul “Mindfulness”.

Mindfulness

Sederhananya, saya penasaran karena istilah mindfulness yang belakangan ini ramai di telinga ternyata sudah ada bukunya sejak tahun 1989. Menariknya lagi, untuk membuat buku ini, pengarangnya yang seorang profesor di bidang psikologi dan bernama Ellen J. Langer sudah melakukan penelitian mengenai mindfulness selama 15 tahun.

Awalnya, Ellen tertarik mengenai konsep mindfulness karena punya pengalaman keluarga yang membuatnya merasa bersalah. Saat itu, nenek Ellen mengeluh merasakan ada ular yang merayap di bawah tengkoraknya dan hal itu menyebabkannya sakit kepala hebat. Dokter yang didatangi nenek Ellen menggangap bahwa beliau sudah tua maka ini adalah hal yang sering dialami oleh orang tua atau pikun sehingga berkata hal-hal yang tidak logis. Maka pada saat keadaan nenek Ellen memburuk, dokter menyarankan memberikan shock treatment kepada beliau dan hal ini atas persetujuan ibunya Ellen. Belakangan baru diketahui bahwa ternyata nenek Ellen memiliki tumor di otaknya sehingga perilakunya tidak seperti orang normal pada umumnya. Dan Ellen beserta ibunya memiliki penyesalan atas kecerobohan mereka.

Buku ini terdiri atas 10 bab (dengan bab 1 berisikan perkenalan) yang akan saya kupas satu persatu.

Bab 1 Introduction
Hidup dengan kesadaran atau pun hidup dengan ceroboh sangatlah umum sehingga hanya sebagian dari manusia menghargai betapa pentingnya dua hal tersebut untuk mengubah kehidupan manusia. Buku ini memberikan fakta tentang dampak psikologis dan beban atas fisik yang ditimbulkan karena kecerobohan. Namun yang terlebih penting, buku ini memberikan pengetahuan akan manfaat bila kita memiliki lebih banyak kendali dan pilihan melalui hidup berkesadaran.

Bab 2 When the Light’s On and Nobody’s Home
Di dalam buku ini diceritakan sebuah perumpamaan, ada yang mengetuk pintu rumah jam 2 dini hari. Anda bangun karena mendengar ketukan di pintu rumah, membuka pintu dan mendapati seorang pria kaya raya yang sedang taruhan dengan istrinya untuk mencari bagian dari kayu yang berukuran 2m x 1m. Dan bila Anda bisa menemukan benda tersebut, Anda akan diberi hadiah Rp100juta. Anda pasti akan berpikir, bagaimana caranya di tengah malam begini saya akan mendapatkan benda tersebut sekaligus uang yang jumlahnya lumayan besar? Hingga akhirnya kamu melewatkan kesempatan tersebut. Keesokan harinya, kamu sedang dalam perjalanan ke kantor dan melihat pekerja mebel yang sedang mengamplas lembar kayu yang berukuran persis 2m x 1m yang akan dijadikan daun pintu, kemudian Anda baru sadar dan bertanya kepada diri sendiri, kenapa ya enggak kepikiran kalau lembaran kayu berukuran 2m x 1m itu berupa daun pintu? Semua disebabkan karena kebiasaan otomatis yang menganggap bahwa daun pintu adalah pintu yang berengsel dan bergagang padahal daun pintu awalnya terbuat dari lembaran kayu. Ini merupakan kecerobohan secara alamiah karena kebiasaan. Ini membuktikan bahwa orang merespon secara ceroboh kepada hal yang akrab sehari-hari daripada secara sadar hadir penuh.

Bab 3 The Root of Mindlessness
Menurut buku ini, hal yang dilakukan secara berulang-ulang (repetition) merupakan akar dari mindlessness dan ini berlaku untuk untuk segala jenis profesi. Hal lain yang membuat seseorang menjadi mindless adalah dengan membentuk pola pikir pertama kali ketika menghadapi sesuatu. Kemudian hal tersebut melekat ketika kita menemui situasi yang hampir sama. Cara kita mengambil informasi pertama kali baik secara sadar atau pun mindlessly menentukan bagaimana kita akan menggunakannya nanti. Seperti contohnya menilai orang pada pertemuan pertama yang menurut Ellen sangat berbahaya karena kita cenderung memberikan label padahal bisa jadi ada hal-hal lain yang positif tentang orang tersebut.

Bab 4 The Cost of Mindlessness
Pada bab ini, dijelaskan akibat dari mindlessness sehingga baik individu maupun korporasi bisa kehilangan potensinya. Orang cenderung untuk berfokus pada hasil usaha seseorang dibandingkan pada bagaimana proses yang seseorang itu lalui saat melakukan sesuatu. Mengalami sebuah proses harus diambil dan dilalui seseorang bila ingin menjadi ahli di bidang tertentu serta membuat kita tidak meremehkan diri kita sendiri. Mindlessness membatasi kendali kita untuk membuat pilihan yang cerdas.  

Bab 5 The Nature of Mindfullness
Mindfullness merupakan keadaan di mana kita berhenti berasumsi. Kunci untuk hidup berkesadaran adalah dengan terbuka terhadap informasi baru dan sadar terhadap berbagai perspektif. Mindfullness berorientasi pada proses. Kesadaran akan proses membuat sebuah keputusan akan memberikan keuntungan kepada si pengambil keputusan. Ini artinya juga sadar akan setiap hasil yang diperoleh dari setiap proses yang terjadi. Bila kita berorientasi pada proses, itu tidak hanya mengasah penilaian kita tetapi membuat kita merasa lebih baik mengenai diri kita sendiri.

Bab 6 Mindful Aging
Usia menjadi satu satunya penanda bahwa apa pun yang terjadi pada pikiran dan tubuh kita di masa mendatang merupakan hasil dari kejadian bertahun-tahun yang lalu. Jika orang yang lebih tuamelakukan sesuatu hal di luar kebiasaan, kita sering kali menganggapnya sebagai pikun. Belum ada kepastian mengenai orang orang yang menua dengan mindfull, apakah karena mereka punya mindset  yang positif tentang menua atau dari hidup berkesadaran. Yang dapat diketahui dari sejumlah eksperimen yang dituliskan di dalam buku ini, bahwa orang orang seperti di atas membuat kita mengerti mengenai menjadi tua dengan lebih baik. 

Bab 7 Creative Uncertainty
Mereka yang dapat membebaskan diri dari kebiasaan lama, terbuka pada informasi baru, dan berfokus pada proses dibandingkan hasil biasanya lebih kreatif terlepas mereka seorang ilmuwan, artis atau koki.

Bab 8 Mindfullness on the Job
Bagi pekerja kantoran, mindfulness mampu meningkatkan fleksibilitas, produktivitas, inovasi, kemampuan kepemimpinan, dan kepuasan diri. Tempat kerja penuh dengan halangan yang tidak disangka-sangka sehingga mampu menurunkan produktivitas. Bagi pekerja yang berkesadaran, halangan yang tidak disangka ini justru menjadi batu loncatan. Perilaku pekerja, berkesadaran atau inovatif tidak bergantung kepada cara manajer memimpin. Bisa jadi bila manajernya seorang yang percaya diri maka anggota tim-nya pun akan terbawa untuk menjadi kreatif.

Bab 9 Prejudice
Untuk dapat hidup berkesadaran, kita harus memiliki pendekatan yang berbeda untuk mengurangi prasangka atau asumsi yang seringkali timbul. Jika kita mengingat bahwa konteks itu penting dan menghadirkan beragam perspektif maka cara kita melihat orang lain juga berubah. Misalnya alih alih berkata, “dia tuli” kita bisa mengatakan bahwa “dia seorang yang memiliki tujuh puluh persen kemampuan untuk mendengar dengan telinganya.”

Bab 10 Mindfulness and health
Sejak kecil kita diajarkan untuk melihat bahwa tubuh dan pikiran terpisah. Kita diberitahu bahwa tongkat dan batu bisa mematahkan tulang namun perkataan tidak dapat menyakiti kita. Namun sesungguhnya tubuh dan pikiran merupakan satu kesatuan. Pemikiran kita menciptakan konteks yang menentukan perasaan kita. Contoh, bila kita memikirkan hal yang sedang susah maka perasaan kita akan menjadi sedih.

Bagaimana caranya kita bisa hidup berkesadaran setiap waktu? Apakah banyak usaha yang dibutuhkan untuk hidup berkesadaran?

Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti sakit kepala, pegal, gangguan pencernaan, depresi, kecemasan, kemarahan, mudah tersinggung dan kehilangan waktu bersama keluarga dan teman.

Cara hidup berkesadaran adalah dengan memilih hal hal penting untuk kita jalani dengan kesadaran. Walaupun kita tidak mungkin untuk bisa sadar penuh atas semua hal di dalam kehidupan, kita tetap bisa mindfull terhadap suatu hal. Dibandingkan terus menerus menginvestigasi banyak hal untuk diselesaikan, orang yang hidup berkesadaran memilih area mana saja yang mau dia fokuskan untuk memberi perhatian penuh terhadap masalah atau pekerjaannya.

Mindfull awareness atas opsi yang berbeda beda memberikan kita kendali yang lebih besar. Rasa memiliki kendali yang besar ini mendorong kita untuk untuk hidup lebih sadar.

Hidup berkesadaran artinya hidup di saat ini, bukan di masa lalu atau pun masa depan. Mindfullness memiliki prinsip dasar seperti membawa dan menguatkan perhatian saat ini, mengenali pikiran dan emosi yang muncul, mengenali sensasi tubuh yang timbul akibat pikiran dan emosi yang timbul, mengasihi diri sendiri, tidak menilai atau menghakimi diri sendiri maupun orang lain.

Hidup berkesadaran memberikan manfaat seperti membantu mengatasi kecemasan, mengurangi stres, mengatasi depresi, membantu mengatasi masalah kesehatan kronis, meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan hormon dopamine, yaitu senyawa kimia yang berperan sebagai penghantar stimuluis (pesan berupa rangsangan) ke sel saraf, baik di otak maupun otot.

Agar dapat menikmati hidup berkesadaran, bisa dimulai dengan hal sederhana seperi bernapas secara sadar, berjalan, berolahraga, menikmati makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut, bersyukur dan menerima kehidupan dengan ikhlas.

Hidup berkesadaran yang kedengarannya mudah tapi faktanya sulit untuk dilakukan. Hidup berkesadaran ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja dengan berbagai macam aktivitas. Jalani hidup berkesadaran secara bertahap dan berkelanjutan. Semakin sering diasah maka akan semakin mudah untuk dilakukan.

Resume buku Mindfullness karangan Ellen J Langer ini saya tutup dengan sebuah kalimat yang terdapat di halaman 152 yang berbunyi,
“Mindfullness is the application of yesterday’s business solutions to today’s problems. Mindfullness is attunement to today’s demands to avoid tomorrow’s difficulties.”

related articles: #DiRumahAja

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s