Seluk beluk Hak Cipta Kekayaan Intelektual

Hello everyone!

Semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan baik!

Di artikel kali ini saya mau ngomongin soal hak cipta khususnya sebagai pekerja seni dan tidak terlepas untuk blogger seperti saya juga. Kalian masih ingat kan mengenai sengketa singkatan IKEA, sebuah brand perlengkapan dan peralatan rumah yang berasal dari Swedia antara Matahari Group dengan perusahaan asal Surabaya, PT Ratania Khatulistiwa? Atau, merek I Am Geprek Bensu, sengketa antara keluarga Benny Sujono dengan Ruben Onsu? Semua berawal dari hak cipta!

Atau pernah ada yang mengalami kejadian seperti saya di mana ada sebuah brand bank swasta nasional terbesar di Indonesia yang menyomot nama saya dan artikel saya tanpa meminta persetujuan kepada saya terlebih dahulu? Mari kita belajar caranya agar dapat melindungi karya kita.

Pengertian Hak Cipta

Hak cipta merupakan salah satu bagian dari kekayaan intelektual yang memiliki ruang lingkup objek dilindungi paling luas, karena mencakup ilmu pengetahuan, seni dan sastra (art and literary) yang di dalamnya mencakup juga pemograman komputer. Hak cipta sendiri merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannyaatau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hak eksklusif yang dimaksud dalam pengertian di atas terdiri atas hak moral dan hak ekonomi. Dengan memiliki hak ekonomi, si pencipta dapat memperoleh manfaat ekonomi dari ciptaannya. Hak eksklusif ini tidak dapat dimanfaatkan tanpa seizin pencipta atau pemegang hak cipta.

Dalam perlindungan hak cipta, saat didaftarkan akan mendapat surat pendaftaran ciptaan yang dapat dijadikan sebagai alat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari terhadapa penciptaan tersebut. Contohnya kedua kasus merek dagang di atas.

Jenis-jenis ciptaan yang dilindungi dan masa perlindungannya:

  1. Buku, program komputer, pamflet, layout, karya tulis yang diterbitkan dan semua hasil karya tulis lain
  2. Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan lain yang sejenisnya
  3. Alat peraga pendidikan dan ilmu pengetahuan
  4. Lagu atau musik, dengan atau tanpa teks
  5. Drama, drama musical, tari,koreografi, pewayangan dan pantomime
  6. Seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase dan seni terapan
  7. Arsitektur
  8. Peta
  9. Seni batik
  10. Fotografi
  11. Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai dan karya lainnya

KAlau kamu merasa ada karyamu yang perlu didaftarkan hak ciptaya, saat ini sudah mudah sekali caranya, yaitu dengan mengunjungi situs e-HakCipta Kekayaan Intelektual.

Kamu dapat melakukan pendaftaran untuk mendapatkan user name dan password. Selanjutnya kamu dapat mengunggah semua berkas yang diminta sebagai persyaratan pendaftaran hak cipta. Bila dokumen dinilai lengkap, kamu dapat melakukan pembayaran setelah mendapatkan kode pembayaran untuk pendaftaran hak cipta.

Nah, semoga artikel ini membantu kamu yang sedang ingin mendaftarkan hak cipta ya!

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s