Goodbye Porto, till we meet again

Hello everyone!

Artikel ini merupakan bagian dari akhir cerita saya mengunjungi kota Porto, Portugal di tahun 2018. Ya, ternyata butuh waktu lama untuk menyelesaikan rangkaian cerita perjalanan tersebut. Apalagi kalau menuis sebuah novel seperti yang Dee Lestari tulis ya?! Makanya proses menulis kreatif itu harus dihargai karena sejatinya enggak mudah Jenderal!

Masih ingat satu jalan dekat Livraria Lello yang menjadi pasar kaget kala akhir pekan tiba? Pasar kaget ini terletak di sepanjang jalan Rua Galeria de Paris. Di pasar ini, saya tertarik membeli beberapa kerajinan lokal yang dijual. Kolega saya melirik aksesoris sedangkan saya, penasaran dengan wine jelly, selai yang terbuat dari wine. Selai yang dipasarkan secara sederhana ini memiliki kemasan yang cukup menarik dan tersedia dalam berbagai pilihan rasa. Ada rasa original, jeruk, raspberry, strawberry dan lainnya. Saya pun membeli rasa original dan dicampur dengan varian lainnya.

Wine jelly Porto

Wine Jelly Porto, Portugal

Menurut saya, ini salah satu buah tangan unik buatan Porto yang belum bisa saya jumpai di Indonesia. Saya tujukan wine jelly ini untuk suami dan pembina rohani kami. Jangan tanyakan harga wine jelly ini karena saya benar benar sudah lupa harganya. Tapi yang pasti, harganya tidak sampai Rp50ribu!

Aksesoris lain yang menarik saya untuk dibeli adalah gelang yang terbuat dari kulit dengan nama yang terukir. Saya pernah melihat seorang teman yang membuat gelang seperti ini di negeri little red dot alias Singapura.

baca juga: #QMSenangLiburan

Tapi setelah beberapa kali mengunjungi Singapura, saya selalu tidak berhasil menyambangi tempat pembuatan gelang seperti ini! Makanya saya memutuskan untuk membeli khusus bagi keluarga kecil saya supaya bisa kompakan pakai gelang tersebut. Keempat gelang ini saya beli seharga EUR10.00 (setara dengan Rp152.000)
gelang porto by honeyjosep.wordpress.compengrajin gelang Porto by honeyjosep.wordpress.comharga gelang Porto by honeyjoep.wordpress.com

Setelah merasa tidak ada lagi barang unik yang bisa saya bawa pulang sebagai buah tangan di pasar kaget ini, saya pun mampir ke sebuah toko yang terletak tidak jauh dari lokasi pasar kaget ini. Toko yang bernama A Vida Portuguesa ini menjual segala pernak pernik khas Porto. Terletak satu menit dari Livraria Lello, tepatnya di jalan Rua de Candido Dos Reis 36, Porto, Portugal.
A vida portuguesa by honeyjosep.wordpress.com

A Vida Portuguesa merupakan sebuah tempat di mana kamu bisa mengingat masa kecilmu dengan berbagai produk yang dibuat turun temurun generasi ke generasi. Di A Vida Portuguesa saya membeli miniatur perahu yang dapat dirakit sendiri untuk anak sulung saya yang memang menyenangi hal yang berbau vintage.
perahu layar Porto by honeyjosep.wordpress.com

Selain itu, saya juga membeli cokelat yang bungkusnya bisa menjadi tempelan kulkas. Hayooo, siapa yang senang mengkoleksi tempelan kulkas dari negara-negara yang dikunjungi? Cokelat ini merupakan pilihan terbaik karena selain bisa merasakan cokelat khas Porto, kamu juga bisa mengkoleksi tempelan kulkas yang terbuat dari cork! Harga barang yang dijual di  pun cukup terjangkau.

Porto Chocolate

kemasan cokelat bisa jadimagnet kulkas!

Oh ya, kalau kalian memutuskan untuk ke Porto dan mau tinggal dekat dengan daerah ini, ada sebuah guest house yang letaknya persis di depan pasar kaget ini, namanya Guest House Porto Clerigus. Guest house ini terletak di jalan Rua Galeria De Paris, 48, União de Freguesias do Centro, 4050-284 Porto, Portugal.

Guest House Porto Clerigus

mudah-mudahan ada rezeki nginep di sini suatu saat nanti 🙂

Semoga rangkaian cerita ini bisa menjadi salah satu referensi untuk mengunjungi Porto, Portugal ya! 🙂

related articles:

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

 

Pesona Livraria Lello

Hello everyone!

Di hari terakhir kunjungan ke Porto, Portugal yang jatuh pada hari Minggu, 20 Mei 2018, saya dan kolega memutuskan untuk mengunjungi perpustakaan di mana pengarang novel Harry Potter, J.K Rowling menulisnya. Perpustakaan terkenal itu bernama Livraria Lello. Kami pun memutuskan untuk berjalan kaki karena dari hotel Eurostar Das Artes ke Livrario Lello hanya berjarak 1,7 kilometer yang bisa ditempuh dalam tujuh menit.

Sebelum sampai ke Livraria Lello, kami mampir ke beberapa spot tempat yang cukup menarik. Di antara semua deretan toko yang tutup,  saya menemukan sebuah toko art & crafts yang cukup ramai dikunjungi. Kebetulan saya ingin membeli beberapa oleh-oleh dan juga didorong oleh rasa penasaran atas barang apa saja yang terjual di sana.

Toko art & crafts yang bernama Bairro Arte ini menjual pernak pernik barang yang menggemaskan. Tentu saja saya enggak memfoto barang-barang di toko ini karena mencoba menghargai penjaga toko. Saya membeli beberapa barang di Bairro Arte sebagai oleh-oleh dan buat saya sendiri sebuah peta yang bisa digosok untuk menandakan kota atau negara mana saja yang sudah saya kunjungi 😊

Mampir ke sini untuk mengetahui lebih banyak tentang Bairro Arte yang terletak di Rua de Cedofeita 259, Porto, Portugal 😊

Selesai berbelanja di Bairro Arte, saya dan kolega melanjutkan perjalanan menuju Livraria Lello. Kami melewati Fonte dos Leoes (Fountain of the Lions). Air mancur ini dibuat pada abad ke-19 sebagi upaya untuk menyediakan sumber air bagi kehidupan di kota Porto. Saya diam-diam memotret seorang perempuan yang sedang asyik membuat sketsa Fonte dos Leoes ini dan sangat bagus!

Fonte dos LeoesFountain of Lions

Saat saya mendekati Fonte dos Leoes pun, saya jadi terkagum karena begitu detail dan cantik.

Di sepanjang jalan menuju Livraria Lello, saya menemukan banyak kedai kopi berjejeran dan pengunjungnya banyak memilih untuk menikmati kopi di luar ruangan sambil ngobrol. Ini gambaran kedai kopi yang sering saya lihat di film-film, andai saja di Jakarta tersedia kedai kopi seperti ini tentunya akan menarik sekali!

Kami pun tiba di Livraria Lello, perpustakaan yang terkenal itu!
Livraria Lello

Untuk masuk dikenakan tiket sebesar 5 Euro yang dapat ditukarkan dengan membeli buku. Sayangnya d hari Minggu, antrean untuk masuk ke Livraria Lello cukup panjang mengular.
Public at Livraria Lello

Kami pun memutuskan untuk tidak ikut mengantre masuk karena harus kembali ke hotel untuk berkemas dan menuju bandara untuk penerbangan pulang saat jam makan siang tiba. Optimis saja, ini artinya saya harus kembali lagi suatu saat nanti bersama dengan anak-anak kalau mereka sudah kenal dengan petualangan Harry Potter amin aja dulu 😊

Walau sedikit kecewa karena tidak masuk ke dalam Livraria Lello, kami pun menghibur diri dengan menjelajah sekitar perpustakaan ini. Emang deh kota Porto itu menyimpan hidden gem di setiap sudut kotanya. Enggak heran ya di tahun 1996, kota Porto dinobatkan sebagai UNESCO World Heritage.

Saya pun menemukan sebuah lokasi seperti pasar kaget di Minggu pagi! Ada banyak pernak pernik yang dijual di sepanjang jalan Rua Galeria de Paris 48, 4050-284 Porto, Portugal. Penasaran apa saja yang dijual di jalan ini?

Sampai jumpa di artikel selanjutnya ya!

related articles:

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

A Homesick Fix At Mar Norte Restaurante

Hello everyone!

Berhari-hari makan western food selama di Porto, Portugal membuat saya kangen masakan rumah. Bukannya suguhan makanan Porto enggak enak tapi saya sejujurnya bosan karena sebagian besar menu terbuat dari ikan bacalhoa. Saya kangen makan mie karena saya memang pecinta segala jenis mie, mulai dari mie ayam buatan mamih dan mama mertua sampai mie ayam gerobak di pinggir jalan. Kolega saya yang juga sesame orang Asia merasakan hal yang sama. Kami pun mulai google, apakah ada restoran yang menyajikan mie sebagai salah satu menunya.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba! Kami menemukan sebuah Chinese restaurant yang bernama Mar Norte. Kemudian kami menuju Mar Norte yang berjarak 350 meter dari Porto Cathedral yang ditempuh dalam waktu lima menit saja. 

48010285711_1cf81b10bf_c

picture courtesy of Dean Fuller *flickr

Mar Norte merupakan restoran yang menyajikan makanan khas Kanton. Sebagai orang keturunan suku Hakka, tentu saja rasanya berbeda di lidah saya. Untuk Hakka, kami banyak bermain bumbu dan penyedap rasa tapi Kanton, sedikit berkurang. Sebagai penikmat makanan yang memilih tanpa penyedap rasa, masakan yang dihidangkan di Mar Norte cocok dengan lidah saya.

Saya dan kolega pun sempat berbincang dengan pemilik Mar Norte, seorang aunty yang masih kelihatan sigap dalam melayani tamu-tamunya. Kami pun bertanya perihal mengapa mengambil nama Mar Norte sebagai nama restoran. Nama Mar Norte yang artinya Laut di Utara diambil sebagai nama restoran karena asal sang aunty di bagian utara Cina. Doi ingin tetap mengingat tanah kelahirannya walaupun mengais rezeki di negeri orang. What an attitude! Me likey!

Makanan yang disajikan berasal dari bahan bahan segar dan dagingnya empuk saat digigit. Sayangnya, lagi-lagi saya tidak mengambil gambar karena dominasi restoran dengan warna merah membuat kemampuan ponsel tidak maksimal. Tapi saya berikan foto saat teman saya, Glenn saat menyantap makanan di Mar Norte 🙂

1526759967999

Jadi, kalau kamu sudah berkeliling dan puas cenderung eneg sama makanan lokal Portugal, cobain Mar Norte!

For more information:
Mar Norte Restaurante
Address: Rua de Mouzinho da Silveira 95, 4050-253 Porto, Portugal
Telephone: 22 208 3412

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Lost in The Porto Cathedral

Kalian masih ingat kan kalau saya pernah ketinggalan pesawat saat menuju Porto (Portugal) dari Munich (Jerman)? Ternyata pengalaman merasakan kesendirian tetap juga saya alami saat mengunjungi The Porto Cathedral, ceritanya Lost In The Porto Cathedral 😊

Sehabis mengunjungi The Church of Saint Francis dan berbelanja buah tangan di Boutique Concept Store, saya dan teman-teman mengunjungi The Porto Cathedral. Jarak dari Boutique Concept Store menuju The Porto Cathedral hanya sepanjang 290 meter dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 4 menit.

Tidak sulit untuk menemukan The Porto Cathedral karena berdekatan dengan statue of Vimara Perez. Sedikit sejarah mengenai Vimara Perez, dia merupakan seorang terpandang di abad ke IX dan merupakan orang pertama yang memerintah Portugal.
Statue of Vimara Perez, Porto, Portugal

Sebelum tiba di The Porto Cathedral, dua orang teman saya mencoba untuk mengunjungi stall penjual ikan di sebelah kanan jalan yang agak menurun. Saya dan beberapa teman lainnya sibuk memotret diri 😊

#neiiPRTtrip

Tidak berapa lama, kedua teman saya kembali dengan tangan kosong karena kebanyakan stall ikan sudah tutup padahal kami sudah membayangkan bisa menyantap ikan segar yang diolah di apartemen tempat teman saya menginap nanti.

Perjalanan pun kami lanjutkan dengan memasuki area The Porto Cathedral yang sangat luas.

#neiiPRTtrip

Kami langsung masuk ke dalam Cathedral dan tidak dipungut bayaran alias gratis. Ternyata di dalam sudah banyak orang yang berdatangan untuk berdoa dan sebagian juga turis seperti kami. Saya pun mengambil posisi di tempat duduk yang tidak terlalu penuh dan memandangi setiap sudut The Porto Cathedral sedangkan teman-teman saya bergerak ke depan.

#neiiPRTtrip#neiiPRTtrip#neiiPRTtriphttps://www.instagram.com/honeyjosep/

Karena keasyikan menikmati indahnya interior katedral ini, saya tidak menyadari kalau teman-teman saya sudah berpindah ke ruangan yang lain dan entah di mana mereka berada. The Porto Cathedral merupakan gabungan dua bangunan persegi dengan dua buttresses yang masing-masingnya memiliki kubah sebagai atapnya.

#neiiPRTtrip

a huge Porto Cathedral with two buttresses

Saya berusaha untuk mencari teman-teman dengan arah menuju ke kanan, namun sayang sekali petugas melarang masuk karena area tersebut sedang dalam perbaikan. Alhasil, karena semakin ramai, saya memutuskan untuk keluar bangunan utama dan berjalan menuju monumen yang terletak di luar. Untuk menghabiskan waktu sambil menunggu teman-teman saya keluar dari The Porto Cathedral, saya selfie saja deh! Saya swafoto di area seperti monumen dengan matahari di atas kepala. Anehnya walau matahari ada di atas kepala tapi udaranya sejuk sehingga saya tetap nyaman saja berswafoto di bawah terik mentari.

Dan salah satu hal yang seringkali saya lakukan adalah memperhatikan orang orang yang lalu lalang… kata suami saya, perilaku ini tidak baik tapi entah, saya suka sekali memperhatikan orang dari kejauhan… bukan untuk menghakimi mereka tapi hanya tertarik untuk melihat sebenarnya mereka sedang apa ya 🙂

The Porto Cathedral memiliki biara di dalam yang dindingnya dilukis mural dengan sebutan Azuelo mural, indah sekali tapi sayang saya enggak berkesempatan untuk masuk.

220px-Azuelo_Mural,_Porto_Cathedral

source: wikipedia

Selain biara, ada juga menara tempat di mana lonceng terletak dan pengunjung bisa naik ke atas tapi area ini sedang dalam perbaikan saat saya kunjungi sehingga gagal deh naik ke menara!

Hampir bosan saya menunggu teman-teman, akhirnya mereka datang dan kami harus beranjak lagi untuk menjelajahi kota Porto! Nantikan cerita perjalanan saya selanjutnya ya 🙂

#neiiPRTtrip

literally missing these ladies

For more information:
The Porto Cathedral
Address: Terreiro da Se, Porto 4050-573
Entrance fee: Cathedral (free), Cloister/Chapter Room/Tesouro: €3, children (up to 10 years old-free)
Telephone: 22 205 9028

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Kurasi Lokal Boutique Concept Store

Hello everyone!

Setelah puas mengunjungi setiap sudut The Church of Saint Francis di Porto, Portugal, saya dan kolega yang lain menyusuri jalan di Porto. Kami keluar masuk beberapa pertokoan yang terbentang di sepanjang ruas jalan yang kami jejaki. Selama lima menit berjalan kaki, saya dan kolega menemukan sebuah toko dengan nama Boutique Concept Store.

WhatsApp Image 2019-10-19 at 22.46.31

Toko ini menjual perhiasan yang diproduksi penduduk lokal.

WhatsApp Image 2019-10-19 at 22.47.22

Kamu juga bisa menemukan tas yang unik sebagai buah tangan untuk yang tersayang. Kolega saya membeli tas untuk istrinya karena bentuk dan material unik dari tas yang dijual di Boutique Concept Store.

WhatsApp Image 2019-10-19 at 22.47.39

Sedangkan saya, hanya mengincar sabun batangan yang memang menjadi ciri khas Portugal. Saya pun membeli beberapa sabun batang dan hand cream sebagai oleh oleh untuk beberapa orang teman.

WhatsApp Image 2019-10-19 at 22.46.54

Yang menyenangkan  dari Boutique Concept Store adalah pelayannya yang ramah dan mau melayani segala permintaan kolega saya yang awalnya sempat ragu karena terlalu banyak pilihan yang cantik dan unik. Kami menghabiskan waktu hampir satu jam lamanya di toko tersebut. Dan saya pun tersenyum membawa kantong belanjaan 😀

WhatsApp Image 2019-10-19 at 22.48.41

Kalau kamu sedang traveling ke Porto, Portugal, kunjungi toko ini dan berbelanja sampai puas ya! 😊

For more information:
Boutique Concept Store
Address: 
Rua Mouzinho da Silveira, 288, Porto, Portugal
Telephone: +351 914 450 094
Fan Page: Boutique Concept StoreBoutique Concept Store
Instagram: @boutiqueconceptstore_porto
Opening hours: 10:30AM – 07:30PM (Mon-Sun)

Thank you for reading this article and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

related articles:
Strolling around Porto part 1
Strolling around Porto part 2

Era Baroque dan Arsitektur Gothik di The Church of Saint Francis

Kota Porto terkenal dengan banyaknya kastil tua yang berdiri kokoh. Porto juga memiliki banyak gereja tua yang bentuknya menarik. Salah satunya Gereja Santo Francis atau The Church of Saint Francis.

Terkadang sulit bagi saya untuk bisa mendalami sejarah suatu tempat bersejarah apalagi kalau om google hanya menyajikan informasi yang sedikit dan ditambah dengan tidak tersedianya tour guide yang bisa disewa untuk menjelaskan sejarah The Church of Saint Francis ini.

Saya dan rekan rekan se Asia Tenggara berangkat pagi-pagi sekitar jam 9 mengunjungi The Church of Saint Francis dan ternyata kami kepagian sehingga kami perlu menunggu beberapa menit untuk dapat masuk ke dalam gereja ini.
Continue reading

Sweet Treat by Boutique do Gelado

Actually when I was strolling around porto part 2 before having pleasant dinner at Porto Escondindo, I tried gelato at Boutique do Gelado. And this is my first gelato in Porto, Portugal. Awalnya sih saya enggak ngeh kalau Porto punya toko gelato yang terkenal. Pas kebetulan saat menuju Duoro River, saya dan kolega melewati Boutique do Gelado dan kami pun tertarik untuk mencobanya. Terkadang saya enggan untuk mengambil foto karena sebagian orang Eropa menjaga privasinya dengan rapat. Bahkan saya punya kolega orang Spanyol yang jejak digitalnya tidak bisa saya temui dan dia tidak mau difoto apalagi hanya berduaan saja. Menarik bukan?!
Continue reading

Pleasant Dinner at Porto Escondindo

Setelah hampir berjam-jam berjalan menyusuri Sungai Ribeira – Rio Duoro, saya dan kolega mulai merasakan perut kami memberontak minta diisi makanan. Tanpa terasa, kami menikmati jalan kaki itu sampai hampir jam 10 malam. Langit Porto masih terlihat cerah walau jam sudah menunjukkan pukul 19:00, makanya saya merasa masih sore. Tapi setelah beberapa lama, saya baru sadar kalau belum makan malam padahal selama di Ilhavo, dinner time tidak melebihi jam 20:00 🙂

Continue reading

Strolling Around Porto #2

Walau hanya 3 hari berada di Ilhavo, tapi kota ini menciptakan begitu banyak kenangan. Awalnya saya sudah google apa saja tempat yang bisa dikunjungi tapi kolega dari Asia memutuskan untuk kembali ke Porto karena tempat wisata lebih mudah dijangkau bahkan dengan berjalan kaki. Saya dan rombongan pun berangkat dari The Olaria EFTA setelah makan siang dan menuju Porto dengan menggunakan taksi.

Continue reading