Memotret dengan Smartphone

Memotret dengan smartphone sudah menjadi kegiatan saya sehari-hari. Awalnya hanya untuk swafoto tapi koq lama-lama rasanya kepengen juga memaksimalkan hasil jepretan dengan smartphone  yang dimiliki. Itulah yang membuat saya berminat untuk mengikuti Camera Mastering Class bersama Samsung Indonesia dan komunitas ifotografi Indosat Ooredoo.

Komunitas ifotografi Indosat Ooredoo berdiri 10 tahun lalu dan kini memiliki anggota sebanyak 190 orang. Awal mulanya, komunitas ini merupakan kumpulan karyawan Indosat yang memiliki hobi fotografi. Komunitas ini semakin berkembang dengan adanya departemen-departemen dengan genre fotografi yang beraneka ragam misalnya food photography, cityscape, model dan lainnya. Sebagian besar kegiatan komunitas ifotografi Indosat Ooredoo adalah hunting foto dan mulai Agustus 2018 akan aktif mengajar fotografi ke daerah pelosok Indonesia. Tidak hanya sebagai “ekstrakurikuler” Indosat, komunitas ini juga terlibat dalam kegiatan marketing Indosat.

#AyoKeGeraiIndosatOoredoo

Ibu Hesti dari Digital Management Indosat Ooredoo

#SamsungS9

Ibu Fully menjelaskan asal mula komunitas ifotografi Indosat Ooredoo

Biasanya nih yang paling sering saya potret adalah makanan tapi hanya sebagai food documentation, belum sampai ilmu food photography. Menang bedanya apa sih? Food photography merupakan teknik memotret makanan agar terlihat menarik dan yang melihat foto tersebut bisa tergoda serta ingin merasakan makanan tersebut.

Selain makanan, saya juga senang memotret anak sendiri tapi seringkali gagal karena mereka tidak berhenti bergerak 😀

#SamsungS9+

Ibu Wenny dari Food Photography Dept ifotografi Indosat Ooredoo

IMG20180727192841.jpg

Bapak Aris dari Model Photography Dept ifotografi Indosat Ooredoo

Nah ini tips memotret dengan smartphone:

  1. Pilih smartphone terbaik. Biasanya yang memiliki fungsi auto sehingga tidak perlu setting yang cukup menghabiskan waktu… yang ada kalau kelamaan setting, momennya terlewatkan.
  2. Abaikan zoom. Zoom di smartphone menggunakan digital dan bukan optikal sehingga bila memotret dengan zoom, hasil kurang maksimal.
  3. Stabil. Posisi smartphone tidak boleh goyang karena dapat menghasilkan foto yang tidak jelas.
  4. Bersih. Pastikan lensa kamera smartphone dalam keadaan bersih dari sidik jari, minyak serta debu.
  5. Melihat. Sering-seringlah melihat foto yang bagus sehingga memori kita terbiasa. Hal ini bisa menjadi referensi bagi kita untuk menghasilkan foto yang baik.
  6. Maksimal. Eksplorasi secara maksimal fungsi kamera smartphone seperti mode manual.
  7. Konsep. Sebelum memproduksi foto, tentukan konsep apa yang mau ditampilkan. Misalkan ingin menampilkan makanan tradisional gado-gado dengan sambal kacang dan kerupuk yang disajikan di atas daun pisang.
  8. Latar belakang. Pilih background serta properti pendukung yang stand out. Bahkan bila diperlukan, pilih yang warnanya kontras dengan obyek foto. Warna juga bersifat komplementari dan bisa kita temukan berpasangan seperti merah-hijau, ungu-kuning dan lainnya.
  9. Pencahayaan. Untuk memotret makanan, kebanyakan di restoran terdapat artificial light. Akan lebih baik bila menggunakan cahaya alami seperti cahaya matahari. Kalau memungkinkan, pilih posisi yang dekat dengan jendela agar mendapatkan pencahayaan terbaik. Kita perlu juga memahami sifat cahaya yang terbagi 2 yaitu soft dan hard. Cahaya yang sifatnya soft memiliki intensitas rendah. Biasanya bisa ditemukan di dalam ruangan biasanya indirect atau bila di luar ruangan saat cuasa mendung. Cahaya yang sifatnya hard memiliki intensitas tinggi dan biasanya ditemukan di luar ruangan saat langit cerah.
  10. Komposisi. Biasanya yang paling banyak digunakan adalah komposisi yang dinamakan rule of thirds. Caranya, tempatkan elemen penting foto di antara 3 garis horisontal dan vertikal. Selain rule of thirds, ada komposisi lainnya seperti :  golden ratio, create of dead, leading lights, contrast, framing, diagonal. Duh, beneran deh kalau begini banyaknya harus ngulik satu persatu dan akan saya coba kapan-kapan aja 🙂
  11. Sudut pandang. Untuk mendapatkan hasil foto yang terbaik, coba deh memotret dari tempat yang tidak biasa. Kalau biasanya kita memotret dengan eye level angle, coba bereksperimen dengan flatlay atau kemiringan sudut 45 derajat.
  12. Penyuntingan. Hal terakhir yang juga penting adalah editing tapi jangan berlebihan ya karena foto nantinya kelihatan tidak natural.
#withgalaxy

#3rd winner of Food Photo Competition

Untuk menghasilkan foto yang bagus tentu dong harus didukung dengan gawai dengan teknologi terdepan. Samsung menawarkan Samsung Galaxy S9 dan S9+ yang dibanderol seharga lebih kurang Rp12juta.

Coba deh kita cek dulu, saat pertama kali kita membeli ponsel adalah untuk telekomunikasi. Tapi sekarang, kita membeli ponsel untuk dokumentasi. Dulu, saat ingin membeli ponsel yang dicek pertama kali adalah harganya, cocok enggak harganya dengan kantong. Kini, yang dicek pertama kali adalah fitur kameranya!

IMG20180727173406

Bapak Iyung memperkenalkan fitur unggulan Samsung Galaxy S9 dan S9+

Oleh sebab itu Samsung menawarkan Samsung Galaxy S9 dan S9+ dengan fitur unggulan diantaranya :

  • Kamera. Samsung Galaxy S9 dan S9+ memiliki dual camera dengan sensor dual pixels yang sebelumnya diterapkan di kamera DSLR. Dual camera tersebut juga dilengkapi dengan dual aperture 1.5 dan 2.4. Untuk foto dalam kondisi minim cahaya, F1.5 berfungsi menangkap cahaya lebih baik. Dalam keadaan over cahaya, dapat menggunakan F2.4 sehingga gambar lebih detil. Pengaturan aperture bisa dilakukan secara manual dan otomatis.
  • Video. Bagi kalian yang suka sekali membuat video, Samsung Galaxy S9 dan S9+ memiliki fitur slow motion dengan 960 frame per second. Kita juga bisa memilih single take atau double take. Setelah video slow motion selesai, kita bisa menjadikan video tersebut sebagai wallpaper dengan format GIF.
  • Mode food. Bagi pegiat food photography tentunya mode ini akan membantu pengambilan foto makanan lebih maksimal. Kakau menurut saya, seperti kamera 360 untuk makanan 🙂
  • Emoji dengan wajah sendiri.
#ifotografiS9

Bapak Iyung mengajak peserta mencoba fitur emoji

#ifotografiS9+

Emojinya sudah jadi!

Jadi, ngiler sama Samsung Galaxy S9 dan S9+? Sama, saya juga! 🙂

related articlesPhotography using your smartphone or  Photography Workshop with Arbain Rambey

 

Nadeem and Sweet Spot

Setelah drama yang cukup melelahkan, akhirnya saya naik kedalam pesawat menuju Frankfurt (FRA). Seperti biasa, di dalam pesawat saya diberikan makanan dan minuman. Akhirnya, saya bisa makan juga setelah menahan lapar karena ketinggalan pesawat dari Munich (MUC) menuju Porto (OPO). Walau perut sudah kenyang, saya masih memikirkan koper yang terpisah. Duh, mudah-mudahan saja tidak hilang!

Perjalanan MUC-FRA hanya memakan waktu kurang lebih satu jam saja dan saya pun mengambil ponsel kemudian memotret kota FRA dari ketinggian.

IMG20180515123939IMG20180515124003IMG20180515124427IMG20180515124855

Pesawat mendarat dengan sempurna dan saya pun bergegas mengejar pesawat selanjutnya. Belajar dari pengalaman boarding gate yang berubah tiba-tiba menjelang keberangkatan, saya tidak melepas pandangan dari layar monitor! Karena pesawat dari MUC delay maka saat mendarat di FRA, saya pun berlari menuju boarding gate sesuai yang disebutkan di layar monitor!

Singkat cerita, akhirnya saya masuk kedalam pesawat dari FRA menuju OPO! Saya duduk bersebelahan dengan seorang pria paruh baya, namanya Nadeem. Kami pun akhirnya ngobrol sepanjang perjalanan. Yuk, saya kenalin dengan Nadeem 🙂

Nadeem merupakan pria kelahiran Mesir yang kini berkebangsaan Amerika dan tinggal di Seattle. Dia memiliki dua anak laki-laki yang sudah dewasa dan salah satu anaknya sedang berada di Denmark. Nadeem memiliki kapal kecil yang dinamakan Sweet Spot dan dia pernah keliling beberapa negara di Eropa dengan mengendarai Sweet Spot! Kali ini perjalanannya ke OPO adalah untuk mereparasi Sweet Spot. Semoga Sweet Spot lekas pulih ya, Nadeem!

Enggak terasa, pesawat pun akhirnya mendarat di OPO. Sambil mengucapkan salam perpisahan dengan Nadeem, saya bergegas menuju bagian Lost and Found bandara OPO. Anehnya, saya tidak menemukan koper saya! Jantung saya berdetak lebih kencang lagi namun saya mencoba tetap tenang. Saya berjalan menuju conveyor belt sambil menunggu dan itu dia koper saya! Bersyukur akhirnya saya bisa ganti baju selama Summit nanti 🙂

Urusan koper selesai, saya berusaha mencari informasi di mana saya bisa mengantre taksi. Tapi karena petugas informasi bandara kurang fasih menjelaskan dalam bahasa asing, saya cukup kebingungan mencari antrean taksi. Saya sempat melihat Nadeem dan tadinya berpikir mau minta tolong untuk dipanggilkan taksi tapi niat itu saya urungkan.

Saya pun mencoba mengelilingi bandara dan mempelajari jalur keluar masuknya. Setelah sekian lama, barulah saya beranjak menuju pintu keluar dan menemukan antrean taksi yang ramai menurunkan maupun mennaikkan penumpang. Saya baru tahu kalau di OPO, taksi itu tidak memiliki warna ataupun armada yang sama persis. Kalau di Jakarta atau New York, kita bisa dengan mudah mengenali taksi cukup dari melihat warnanya saja, tapi di OPO berbeda.

Awalnya saya ragu menaiki taksi tapi akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya kepada taksi tepat di depan saya. Syukurlah ternyata supir taksinya bisa berbahasa Inggris dengan baik! Saya pun diantar menuju apartemen tempat saya akan menginap dengan selamat! Oh ya, taksi di OPO hanya menggunakan kuitansi dengan tulisan tangan. Dengan jarak 16 km dari bandara OPO menuju Rua do Almada, tarif taksi yang saya bayarkan sebesar EUR25.35 atau setara dengan IDR425.120! Lumayan mahal 🙂

Kalau kalian, pernah kenalan dengan sesama penumpang di pesawat atau memilih untuk tidur selama perjalanan?

related articles:

33 Degree Sky Bridge

Sebagai pekerja kantoran yang terkadang harus keluar untuk meeting dengan kolega, biasanya kita memilih restoran atau coffee shop. Kalau meeting pas jam makan siang, pilihan saya langsung jatuh ke restoran yang menyediakan lunch meeting. Tapi kalau harus meeting di jam tanggung (biasanya setelah jam makan siang atau bahkan setelah jam pulang kantor), saya sebenarnya kurang merasa sreg untuk bertemu di coffee shop.

Kenapa? Karena terkadang business meeting membicarakan hal-hal yang cukup private & confidential. Jadi, kalau bukan di coffee shop, pilihannya di mana lagi dong untuk meeting?

Kebetulan banget nih, minggu lalu saya diundang oleh 33 Degree Sky Bridge dan blogger crony untuk menghadiri jamuan di sebuah hotel di bilangan Jakarta Utara. Yuk kenalan dengan 33 Degree Sky Bridge!

IMG_20180709_133146

33 Degree Sky Bridge merupakan rooftop lounge and bar yang terletak di lantai ke-33 Aston Marina Hotel, Ancol, Jakarta dengan kapasitas 250 orang. Lounge & bar ini menawarkan view yang menarik jika dibandingkan dengan rooftop lounge and bar lainnya, karena di sini pengunjung bisa menikmati dua pemandangan sekaligus, yaitu city view Jakarta Utara dan ocean view dari Teluk Jakarta.

IMG20180704160648

City View of North Jakarta

IMG20180704160456Ocean View of Jakarta Bay

Selain pemandangannya yang memanjakan mata,  area indoor 33 Degree Sky Bridge didesain dengan konsep interior bohemian style. Sedangkan di area outdoor, terdapat kursi berwarna putih yang terbuat dari rotan. Kesan dekorasi ini mengingatkan saya akan beach club yang dapat ditemui di daerah Seminyak, Bali. Pengunjung pun dapat memilih untuk ditempatkan di lounge dengan city view atau ocean view.

IMG20180704172425

IMG20180704160636

33 Degree Sky Bridge menyediakan high tea+ (high tea plus) bagi pengunjung yang dapat dinikmati mulai dari harga Rp110.000 net per orang (promo berlaku 4 Juli – 4 Agustus 2018) .

Kalian sudah familiar belum sih dengan yang dinamakan high tea? Kebiasaan meminum teh sudah dikenal bangsawan Inggris sejak tahun 1800-an yang biasa dikenal dengan sebutan afternoon tea, disajikan di antara jam 3 sore sampai jam 4 sore. Untuk menemani minum teh, dibuatlah kudapan seperti finger sandwich serta kue tart dengan ukuran kecil sehingga tidak mengenyangkan.

Nah, kalau high tea, biasanya kalangan yang meminumnya adalah para pekerja buruh pabrik. Pada masa revolusi industri di Inggris abad ke-18, banyak bermunculan pabrik. Para buruh biasanya pulang dari pabrik di antara jam 4 sore dan jam 5 sore dalam kondisi lapar. Karena budaya minum teh di Inggris yang sangat kuat, maka para buruh juga minum teh sambil makan dengan menu makanan yang mengenyangkan. Maka lahirnya istilah high tea karena memakan makanan “berat” seperti makan malam di high table (meja makan).

Setiap harinya, menu di 33 Degree Sky Bridge selalu berganti namun tetap mengutamakan menu makanan Indonesia. Ini juga yang membedakan 33 Degree Sky Bridge dari restoran high tea lainnya, menu yang disajikan terdiri atas tapas (makanan yang disajikan dalam porsi kecil) dan makanan Indonesia. Minuman yang disajikan berupa teh, kopi, jus dan ice lemon tea.

Penasaran menu high tea+ apa saja yang disajikan oleh 33 Degree Sky Bridge?

33

IMG20180704155746

IMG20180704162417

Sore itu, tapas high tea+ yang disajikan oleh 33 Degree Sky Bridge terdiri dari aneka jenis pastry, samosa, pastel, sandwich sampai aneka jenis salad mulai dari buah yang ditusuk seperti sate hingga salad pasta, pisang goreng, dan bakwan. Menu makanan Indonesia disajikan berupa nasi hijau dengan lauk orek tempe, oseng sayur, ayam goreng, irisan telur dadar dan sambal kacang. Perpaduan nasi hijau dengan lauk serta sambal kacang cocok banget di lidah saya, jadi pengen nambah terus *oops

Bagi pengunjung yang merupakan tamu menginap di Aston Marina Hotel, dapat menikmati suguhan high tea+ yang sudah siap sejak jam 16.30 dengan memanfaatkan voucher potongan harga sebesar Rp50.000. Menarik banget kan penawarannya?! Saya pun jadi tergoda untuk staycation bersama keluarga sambil menikmati high tea+ dari ketinggian.

IMG-20180705-WA0016

lagi cerita ketinggalan pesawat ke kakak Idfi

IMG-20180705-WA0008

obrolan perempuan bareng mpok Wawa

Nah, daripada kena macet ibukota yang bikin stres, mendingan mampir ke 33 Degree Sky Bridge dan dijamin obrolan bisnis pun jadi lebih menyenangkan 🙂

Terima kasih untuk 33 Degree Sky Bridge dan blogger crony untuk jamuan high tea+ yang memanjakan mata dan lidah saya 🙂

Further information:

33 Degree Sky Bridge

Address: Aston Marina Hotel, 33th floor, Jalan Lodan Raya No 2A, Ancol, Jakarta Utara

Phone: +62 21 6983 7120

Opening hours: 16:30-20:00, Wednesday to Sunday

Flight Across Continent part 2

Masih ingat kan cerita saya pada bagian pertama perjalanan ke benua Eropa?

Setelah transit yang singkat di Changi, saya akhirnya masuk pesawat menuju Munich. Saya mendapatkan kursi di sayap kanan dan menghadap jendela. Walau menghadap jendela, enggak banyak yang bisa saya lihat karena sudah malam dan memang sudah jamnya tidur di dalam pesawat.

Di sebelah saya adalah sepasang suami istri yang mau kembali ke negaranya setelah liburan ke Singapura. Saya pun enggak mau terlalu banyak ngobrol dengan mereka karena khawatir mengganggu jam istirahat mereka. Namun ada perasaan nyaman saat mengetahui penumpang di sebelah saya adalah pasutri tersebut sehingga saya bisa dengan tenang terlelap dalam tidur.

Beberapa saat setelah take off ada kudapan dan minuman yang ditawarkan pramugari. Karena merasa perut masih penuh akibat makan malam yang disuguhkan saat perjalanan CGK-SIN, saya pun memilih untuk minum saja sambil menonton film.

Singkat cerita, saya pun tertidur (sesekali terbangun-kemudian tidur lagi-lalu bangun) sampai matahari mulai menjelang yang tandanya sebentar lagi pesawat akan tiba di Bandar Udara Munchen (MUC). Melihat perubahan angkasa dari gelap menuju terang, saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk memotret langit yang indah.

IMG20180515081645

IMG20180515093250

IMG20180515102017

Yeay! akhirnya saya sampai juga menginjakkan kaki di MUC dengan pendaratan yang mulus. Saya tiba jam 05.25 waktu setempat dan toko-toko di dalam bandara belum ada yang buka kecuali coffee shop. Namun karena letak coffee shop dengan boarding gate agak berjauhan maka saya langsung menuju gate K09 yang tercetak di boarding pass.

MUC merupakan bandara tersibuk kedua di Jerman dalam hal lalu lintas penumpang dan juga sebagai bandara tersibuk keenam di benua Eropa.

Penerbangan saya selanjutnya menuju Porto, Portugal dimulai jam 08:15 membuat saya masih bisa video call dengan keluarga mengandalkan free wifi yang tersedia di MUC. Selesai bertukar kabar dengan keluarga, saya pun langsung mengatur kamera ponsel untuk selfie dan memotret suasana di landasan terbang dengan matahari yang bersinar dengan gagahnya!

IMG20180515062034

Enggak lupa juga dong saya mengecek email dan submit beberapa pekerjaan kantor sambil menunggu waktu boarding. Jam setempat menunjukan pukul 07:30, tapi kenapa suasana depan boarding gate masih saja sepi. Ternyata memang biasanya petugas yang menjaga gate akan standby 30 menit menjelang waktu boarding.

Akhirnya waktu yang tersisa pun saya gunakan untuk membaca novel Dee Lestari yang terbaru, yaitu Aroma Karsa.

IMG20180515062751

Tanpa terasa, jam sudah menunjukkan pukul 08:10 dan ada petugas yang mulai berdatangan. Kemudian dengan pede saya menunjukkan boarding pass kepada petugas tapi melihat raut wajah si petugas… batin saya berkata ,”ada yang enggak beres nih!”

Dan, ternyata benar…. boarding gate saya berubah! dari K09 menjadi G24. Secepat kilat saya berlari menuju G24 tapi ternyata untuk menuju gate tersebut saya harus menggunakan skytrain yang artinya K09 dan G24 terletak di terminal yang berbeda. Setelah tiba di terminal yang dimaksud, saya kembali berlari secepat mungkin…. lumayan deh ya latihan lari selama ini kepake juga akhirnya untuk ngejar pesawat 🙂

Namun, saat saya tiba di depan G24, tidak ada seorang petugas pun! Juga tidak ada pesawat yang sedang parkir!

Kira-kira nih, apa yang terjadi dengan saya selanjutnya? Ikuti terus cerita saya selanjutnya tentang perjalanan ke benua Eropa untuk pertama kalinya ya!

IMG20180515063617

Cerita lanjutan bisa dibaca di https://honeyjosep.wordpress.com/2018/07/11/still-water-vs-water/

related article  Buat Visa Schengen Tanpa Agen Perjalanan

GARDENS BY THE BAY

dsc_1873

Pemandangan yang cantik bukan? Yep! Itu adalah Supertree Grove, Gardens By The Bay, Singapore.

Seperti yang kita ketahui bersama kalau Singapura itu punya taman-taman kecil yang indah dan nyaman buat warganya. Perlu kalian ketahui bahwa hampir 50% lahan yang ada di Singapura merupakan lahan terbuka hijau! Keren ya?! Padahal luas negara Singapura lebih kecil dibandingkan Indonesia tapi setengah luasnya adalah taman!

Hmm, Indonesia bakalan bisa kayak gitu ga ya?

dsc_1872

Di tahun 2006, ide untuk membuat City in a Garden dicetuskan dan pada 28 Juni 2012, Gardens By The Bay resmi dibuka untuk umum. Keputusan untuk membangun taman ini bukan merupakan hal yang mudah karena itu artinya pemerintah Singapura harus merelakan lahannya yang mungkin saja dapat digunakan sebagai tempat komersial bisnis yang menghasilkan lebih banyak pendapatan untuk negara tersebut.

Well, saya sih gak heran kalau pemerintah Singapura berani mengambil langkah tersebut di atas karena warganegara-nya yang sudah taat pajak dan pemberantasan korupsi di sana dilakukan konsisten dan berkesinambungan. Sedangkan di Indonesia, satu-satunya lembaga pemberantasan korupsi malahan mau ditiadakan…. ini membuat saya gagal paham! maap curcol

Gardens By The Bay memiliki 12 area yang berbeda. Karena terbatasnya waktu, saya hanya punya kesempatan untuk mengunjungi 2 conservatory yaitu Flower Dome dan Cloud Forest.

Di Flower Dome, kita bisa melihat segala jenis bunga yang ada di dunia. Yang kerennya lagi, hampir setiap bulan, ada saja tema bunga yang diusung! Salah satunya “Autumn Harvest” yang merupakan tema September-Oktober  🙂

dsc_1918

Saat berada di area ini, saya jadi teringat akan ibu saya. Beliau pasti senang diajak ke tempat ini suatu hari nanti dan semoga saya juga diberi rezeki untuk bisa kembali kesini bersama mamih  🙂

dsc_1903

Di area yang kedua, Cloud Forest, di sini kita bisa melihat air terjun buatan. Singapura tidak memiliki keindahan seperti halnya Indonesia yang di mana kita bisa menikmati air terjun hampir di sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan kita ga perlu pergi jauh ke Indonesia Timur, di Puncak pun ada air terjun 🙂

Saking kepengennya mereka memiliki air terjun, akhirnya dibuat air terjun artifisial. Walau artifisial, air terjun ini airnya dingin dan siap-siap untuk merasakan percikan air yang mengenai kita apabila kita terlalu dekat dengan posisi air terjun untuk berfoto.

dsc_1921

Akhir perjalanan di Gardens By The Bay memberikan saya pengalaman yang tidak terlupakan. Saya sungguh kagum dengan pemerintah negara ini yang bukan hanya mendirikan taman ini sebagai tempat wisata tetapi juga sebagai sarana belajar bagi warganya. Bravo!

dsc_1930

Selesai berkeliling di kedua area tersebut, kita bisa duduk duduk untuk menikmati langit yang cerah dan bertaburkan bintang kalau beruntung 🙂

read more: #neiiSGtrip

 

Gardens By The Bay

http://www.gardensbythebay.com.sg

18 Marina Gardens Drive, Singapore 018953

 

 

CASA LEMBANG

Kalian sering ga lihat iklan di instagram dengan akun @casalembang berseliweran yang isinya pre wedding  kece-kece di salah satu penginapan yang ada di Lembang, Bandung, Indonesia?

Casa Lembang merupakan sebuah penginapan yang bisa kita temui di airbnb. Kebetulan, pemiliknya Ninit Yunita merupakan founder sebuah komunitas parenting, The Urban Mama.  

Bulan Maret 2017 yang lalu, saya dan keluarga berkesempatan untuk menginap di Casa Lembang. Kenapa Casa Lembang? Karena suami saya sangat suka dengan dataran tinggi yang sejuk cenderung dingin serta dekat dengan tempat hiburan keluarga. Selain itu ada dapurnya sehingga saya bisa memasak makanan terutama MPASI si bungsu. Untuk tamu yang menginap cukup lama, Casa Lembang menyediakan mesin cuci untuk membersihkan pakaian Anda.

Dan, ternyata setelah saya masuk ke Casa Lembang, saya ga mampu berkata-kata…. Let the pictures speak itself!

WhatsApp Image 2017-03-24 at 18.04.47

DSC_2927

DSC_2926

Kece banget kan?! Anak-anak saya sangat suka diajak ke Casa Lembang. Si sulung berkhayal suatu hari nanti dia memiliki rumah di dataran tinggi seperti Casa Lembang.

Rumah dengan dua lantai dan ada patio-nya membuat kami betah dan ingin menginap lebih lama di Casa Lembang! Semua spot di Casa Lembang photogenic and instagramable! Gak heran banyak pasangan yang membuat foro pre wedding di sini. Sore sampai malam hari kita bisa memanfaatkan ruang terbuka di samping rumah sebagai tempat untuk makan malam dan berkumpul bersama.

Semoga di lain kesempatan, kami bisa menikmati Casa Lembang lebih lama lagi.

DSC_2935

Buat yang ingin bermalam di Casa Lembang, buruan deh mampir ke https://www.airbnb.com/rooms/17086239 dan pesan di sana sebelum keduluan yang lain. Denger-denger nih CasaLembang full booked terus 🙂

Instagram: @casalembang

WONDER FULL, Light and Water Show

dsc_1806

dsc_1808

dsc_1813

dsc_1809

dsc_1811

Seharusnya, setelah naik Singapore River Cruise… jadwal selanjutnya adalah menonton Wonder Full, Light and Water Show.  Namun karena durasi cruise yang cukup lama, saya hanya melihat akhir dari pertunjukan ini.

Pertunjukan ini unik karena memanfaatkan air mancur sebagai sarana layarnya, sedangkan pertunjukan lampu sebagai film-nya.

Wonder Full Light and Water Show ini berlangsung mulai jam 20.00 di area Promenade Marina Bay Sands dan gratis tanpa dipungut biaya.

Selamat menonton ya!

Makansutra, Gluttons Bay

So, after having fun around Marina Bay Sands and ride on boat tour, it’s time for the tummy to get delish food  🙂

We decided to have dinner at makansutra, Gluttons Bay, the nearest culinary spot that you can reach by walking from MBS area.Just walking through Helix bridge and you’ll find thirty odd food stalls that serve variety food from East to West with affordable price around SGD5.00  🙂

That nite, I pick satay and fried rice and they have an unique taste, different from satay and fried rice in Indonesia  🙂

img-20161214-wa0015

How about Halal food? Yes, they also serve Halal food at some stalls such as Sweet Spot, Alhamba Padang Satay, Old Satay Club Mee Goreng, Huat Huat Chicken Wings and Carrot Cake, Thai Yummy Food and Redhill Rong Guang BBQ Seafood.

Makansutra open everyday from 5PM until 1AM.

 

[MOVIE] Ular Tangga Based on true events at Curug Barong

Kalo kamu anak 90-an, pasti kamu familiar dengan permainan ular tangga. Cara mainnya pun sederhana, setiap yang main berhak untuk melemparkan dadu dan melangkah sesuai jumlah yang ditunjukkan dadu, kadang naik tapi kebanyakan terpaksa harus turun dan ga jarang memulai dari awal kemudian siapa yang berhasil menuju garis akhir terlebih dahulu, dialah pemenangnya.

Seru ya?! Tapi kalau jadi film, apakah akan seseru permainannya?

Saat blogger crony membuka kuota untuk nonton bareng film Ular Tangga the movie, saya jadi penasaran karena film ini genre-nya thriller bukan horror ditambah lagi pemerannya muda dan sering terlihat di FTV. Awalnya saya ga punya ekspektasi apa-apa, kalau kata pasangan saya, mungkin filmnya seperti Jumanji lagipula kejadian nyata mempunyai daya tarik tersendiri untuk divisualisasikan.

Selasa, 7 Maret 2017 bertempat di XXI Epicentrum Walk, Kuningan berlangsung premiere UlarTangga yang dihadiri oleh pemerannya dan tim produksi Lingkar Film dengan diiringi hujan menambah dramatis malam itu.

DSC_2754

Let’s roll the dice and enjoy the show!

DSC_2752

Film dimulai dengan adegan Fina (Vicky Monica) seorang mahasiswi pecinta alam bermimpi tentang Bagas (Ahmad Afandy), kekasihnya  yang berulang terus menerus hingga akhirnya membuat Fina mempertanyakan hal tersebut kepada dosennya, Bapak Kuntara (Roy Marten).

Fina merasa mimpi-mimpinya adalah firasat dia akan segera kehilangan orang-orang yang dikasihinya hingga saat perencanaan pendakian Fina berusaha melarang Bagas dan teman-temannya untuk meneruskan rencana mereka tapi  bisa tebak kan kalo mereka akhirnya berangkat juga (yaeyalah, kalo mereka ga jadi berangkat filmnya terpaksa berhenti sampai di sini aja :p)

Ngaku deh, buat kalian yang suka banget mendaki gunung… kekepoan menyebabkan kalian jadi bersentuhan dengan alam gaib saat mendaki bukan?  Sama persis dengan apa yang terjadi pada Fina dan kawan kawannya. Satu persatu mereka menghilang dan satu persatu hantu pun menampakkan diri!

DSC_2755

What? Did I mention ghost? Yep! Ternyata Ular Tangga bukan film thriller  tapi film horror, saya pun menyibukkan diri dengan membaca WhatsApp dan buka Instagram sambil sesekali melirik layar bioskop yang tepat di depan mata karena saya duduk di P11 dan berkali-kali rasanya jantung ini mau copot!  🙂

Sinematografinya keren hanya saja perpindahan scene masih terlihat kasar namun termaklumi karena ini film horror , sound effect-nya bikin merinding, ending-nya masih bikin saya penasaran dan bertanya-tanya, “ Jadi yang beneran hantu siapa sebenernya?”

“Apakah Fina akan selamat dari permainan Ular Tangga?”

Cari tahu jawabannya di bioskop terdekat mulai 9 Maret 2017 ya!

Judul Film: Ular Tangga

Sutradara: Arie Aziz

Penulis: Mia Amalia

Produksi: Lingkar Film

Tayang: 9 Maret 2017

Genre: Horor

Pemain: Shareefa Danish (Gina), Vicky Monica (Fina), Ahmad Afandi (Bagas), Fauzan Nasrul (William), Alessia Cestaro (Martha), Yova Gracia (Lani), Randa Septian (Dodoy), Egy Fedly (Pak Karto), Tuti Kembang Melati (Nyi Barong), Yafi Tessa Zahara (Tania), Atiyah Shahab (Sania), Hadijah Shahab (Gina kecil), Roy Marten (Pak Kuntoro), Guntur Triyoga (teman Bagas).

Kisah Anak Manusia Berjarak-jarak

Sebagai anak yang besar di daerah sekitaran Cempaka Putih, tentunya sudah tidak asing dengan sebuah tempat pertunjukan “Teater Miss Tjitjih”.

Dulu, saat melewati teater ini, saya pernah membatin ingin menyaksikan pertunjukan seni suatu saat nanti.

Tahun pun berganti.

Melihat bloggercrony yang membuka kuota untuk menyaksikan pertunjukan teater dan bertempat di Miss Tjitjih, saya pun mendaftarkan diri.

Yeay! Sehari sebelum pertunjukan dimulai, saya menerima kabar kalau saya mendapatkan undangan tersebut!

Dan, hari itu pun tiba… 12 Februari 2017, bertempat di Teater Miss Tjitjih, pertunjukan “PRAAANG: Kisah anak manusia berjarak-jarak” dipentaskan.

dsc_2511

Tak berapa lama saya tiba di Teater Miss Tjitjih dengan diiringi gerimis, lampu teater pun diredupkan pertanda pertunjukan dimulai.

PRAAANG: Kisah anak manusia berjarak-jarak adalah sebuah pertunjukan teater yang dimainkan oleh para pekerja rumah tangga. Lakon ini menyuguhkan realitas keseharian perlakuan majikan terhadap pekerja rumahnya dengan segala suka dan duka.

Dalam rangka memperingati Hari Pekerja Rumah Tangga Nasional yang jatuh pada 15 Februari, hari di mana seorang PRT yang bernama Sunarsih meninggal karena dianiaya oleh majikannya 16 tahun yang lalu di Jawa Timur, pentas perdana Teater PRT dimainkan.

Pentas ini dimainkan oleh 23 pemain yang berprofesi sebagai Pekerja Rumah Tangga dengan latihan selama 5 bulan. Salut juga kepada para majikan yang mendukung mereka untuk berlatih dan mementaskan lakon ini.

SINOPSIS CERITA

Adalah Surti, gadis berusia 20 tahun asal Indramayu yang akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai pekerja rumah tangga setelah melamar sekian lama.

Surti diterima bekerja di keluarga Broto Kesowo yang kaya dan terhormat, dengan pekerjaan utama mengurus tetek bengek rumah keluarga tersebut dan menjaga kebersihan dan keutuhan guci keramat wasiat turun temurun keluarga Broto Kesowo.

Surti yang santun membuat Rena, putri Broto Kesowo berempati, Rena memperolah banyak pelajaran kehidupan darinya.

Pernah suatu malam, saat keluarga itu berkumpul, “PRAAANG”… Surti menjatuhkan piring kesayangan sang majikan. Kontan saja Surti mendapatkan cercaan dan makian dari keluarga Broto Kesowo namun Rena menengahi peristiwa tersebut dengan berempati kepada Surti.

Sebaik-baiknya Surti bekerja, tentu saja sebagai manusia biasa yang bisa sakit dan secara tidak sengaja menjatuhkan guci yang dikeramatkan keluarga itu.

“PRAAANG…” bunyi yang teramat keras membuat marah keluarga itu dan kebencian serta hinaan tentu diarahkan kepada Surti.

Gawat! Guci pecah sama saja pertanda keruntuhan keluarga dan kehormatan Broto Kesowo. Di luar dugaan Surti, Rena memilih bersama keluarganya mengutuk dan mengecam Surti. Bagi Broto Kesowo, kata maaf saja tidak cukup, penyiksaaan juga belum memuaskan… Surti harus menerima hukuman gantung!

dsc_2521

dsc_2523

dsc_2524

dsc_2525

Yang membuat saya bersedih adalah lakon ini diadaptasi dari kejadian nyata seorang pekerja  rumah tangga yang disiksa selama 9 tahun dan hukuman yang diterima selain dipukuli juga digantung sehari semalam setiap melakukan kesalahan.

Inilah potret yang terjadi, Pekerja Rumah Tangga Indonesia belum mendapatkan jaminan atas perlindungan baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga banyak timbul kekerasan terhadap PRT. Persoalan Undang Undang mungkin menjadi tanggung jawab wakil rakyat di DPR namun saya, Anda, kita sebagai majikan bijaknya memanusiakan Pekerja Rumah Tangga yang bekerja di dalam rumah.

Doa saya, semoga tidak ada lagi Sunarsih atau Surti lain yang mengalami kekerasan.